John Herdman Terapkan Standardisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Wajib Main di Liga Top Eropa atau Level Elite
- tvonenews.com - Ilham Giovani
tvOnenews.com – Nakhoda anyar Timnas Indonesia John Herdman memastikan bahwa perburuan pemain keturunan potensial untuk memperkuat Skuad Garuda masih terus berjalan agresif.
Juru taktik asal Inggris ini tengah menggodok komposisi terbaik demi menghadapi target jangka pendek di Piala Asia 2027 serta misi akbar menembus Piala Dunia 2030.
Herdman secara terbuka mengakui bahwa radar pantauannya bersama tim teknis PSSI kini sedang mengarah ke beberapa negara produsen talenta sepak bola modern, seperti Jerman, Belanda, Australia, dan Amerika Serikat.
"Ada pemain muda di Jerman yang sedang kami pantau, ada dua pemain muda di Jerman yang sedang kami pantau. Ada dua pemain di Belanda, ada pemain di Australia dan Amerika Serikat," ungkap John Herdman, sebagaimana dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Antara, Senin (18/5/2026).
- Tangkapan Layar YouTube Timnas Indonesia
Meskipun PSSI belum memberikan rilis ataupun konfirmasi resmi mengenai identitas para pemain tersebut, sinyal yang dilempar Herdman langsung membuat jagat media sosial riuh.
Berdasarkan kluster negara yang disebut, nama Luke Vickery (A-League Australia) dan Mitchell Baker (MLS Amerika Serikat) santer disebut menjadi target operasi kloter pertama.
Sementara itu, untuk radar di Jerman dan Belanda, para pencinta sepak bola tanah air mulai mengaitkan proyeksi ini dengan beberapa nama beken seperti Jenson Seelt, Tristan Goijer, Dean Zandbergen, Reno Munz, hingga talenta muda Laurin Ulrich.
John Herdman Ingin Pemain di Level 'Tier 1' dan 'Tier 2' Liga Eropa
Mantan pelatih Timnas Kanada ini menegaskan tidak ingin asal-asalan dalam menaturalisasi pemain.
Demi mendongkrak kualitas permainan Timnas Indonesia secara instan Herdman menetapkan standar yang sangat tinggi.
Pemain diaspora yang dibidik wajib merumput di kompetisi kasta tertinggi atau setidaknya level kompetitif tepat di bawahnya.
"Semua sedang kami lihat potensinya untuk masa depan Timnas Indonesia. Jadi tugas kami adalah menjaga keseimbangan antara pemain muda lokal yang punya potensi dengan pemain diaspora yang juga bisa menjadi bagian proyek menuju Piala Dunia 2030," jelas pelatih berusia 50 tahun tersebut.
"Tapi yang harus dipahami di sini adalah Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain level tier satu dan tier dua yang bermain di liga top dunia, minimal di liga top Eropa atau level tepat di bawahnya," tambah Herdman lugas.
Load more