Reaksi Pengamat soal Timnas Indonesia Menang Tipis Lawan Mozambik, Blak-blakan Ngomong Begini terkait Garuda
- Federasi Sepak Bola Mozambik/FMF
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola, Erwin Fitriansyah mengomentari hasil FIFA Matchday Timnas Indonesia. Skuad Garuda baru saja menyelesaikan laga melawan Mozambik.
Pertandingan Timnas Indonesia kontra Mozambik berakhir skor 1-0. Laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6/2026), berhasil dimenangkan oleh Garuda melalui gol Ole Romeny pada menit ke-11.
Atas hasil kemenangan lawan Mozambik, Erwin menganalisis gaya permainan Timnas Indonesia di bawah nahkoda pelatih John Herdman. Ia coba mengupas dari hasil dari babak pertama.
"Kalau dilihat dari permainan semalam, sebetulnya memang terutama di babak pertama ada sejumlah peluang yang besar sekali untuk mencetak gol, tapi gagal ada yang kena tiang," ujar Erwin melalui saluran program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Rabu (10/6/2026).
Di babak pertama, Timnas Indonesia langsung unggul. Gol yang diciptakan setelah Ole Romeny memanfaatkan umpan terobosan dari Ragnar Oratmangoen.
- Federasi Sepak Bola Mozambik/FMF
Selain itu, skuad Garuda juga mewarnai sejumlah momen. Elkan Baggott sempat melakukan sundulan hingga sontekan dari Romeny secara beruntun berakhir membentur tiang gawang lawan.
Erwin juga menyoroti gol sepak pojok Kevin Diks. Wasit justru menganulir akibat Ivar Jenner dinilai telah melanggar kiper Ivane Carminio pada menit ke-18.
Ia juga membahas sejumlah peluang gol lain terjadi pada babak kedua. Tendahan Nathan Tjoe-A-On harus berakhir membentur mistar gawang pasca menerima umpan silang mendatar dari Rayhan Hannan.
"Artinya kemenangan 1-0 itu sebetulnya masih bisa lebih besar lagi kalau misalnya semua peluang itu menjadi gol, tapi overal kualitas permainan Indonesia yang dipertontonkan semalam bisa menang lawan Mozambik seperti itu," terangnya.
Ia mengulas tujuan utama dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman di laga uji coba internasional bertajuk Garuda Championship 2026.
"John Herdman itu sebetulnya sudah bilang yang dicari di uji coba ini adalah pertama menghadapi tim dari Asia yang ada di papan atas. Oman masuk kriteria itu," jelasnya.
"Lalu yang di pertandingan kedua adalah mencari lawan di mana Indonesia sama sekali buta belum pernah menghadapi tim yang dihadapinya," sambungnya.
Ia berpendapat ada misi yang sedang dicari oleh John Herdman. Meski begitu, ia menganggap permainan Rizky Ridho cs masih memiliki catatan penting yang harus diperbaiki segera mungkin.
"Tapi kemenangan mau 1-0, mau 3-0 itu tetap adalah progres yang positif, apalagi kalau dilihat dari permainan Indonesia dalam dua pertandingan itu memang menjanjikan," tuturnya.
Lebih lanjut, pengamat sepak bola itu melihat bahwa progres Timnas Indonesia semakin positif. Progresnya yang kini berada di tangan John Herdman telah memiliki visi khusus.
"Kelihatan cara mainnya maunya seperti apa dan terutama adalah bisa memetik kemenangan," katanya.
Pandangan soal Lini Depan Timnas Indonesia Alami Kebuntuan
Kemudian, Erwin ditanya mengenai lini serang Timnas Indonesia. Saat lawan Mozambik, Ole Romeny cs sulit menembus jantung pertahanan lawan.
Erwin menyikapi soal pandangan di ruang publik bahwa Indonesia masih mengalami kebuntuan di lini depan. Menurutnya, hal ini bukan menjadi acuan utama mengenai pola permainan tim.
"Kita enggak bisa judge di setiap pertandingan. Buktinya waktu menghadapi Oman, Timnas Indonesia juga bisa unggul dengan cukup jauh," tegasnya.
Akan tetapi, ia tidak menyangkal bahwa kebuntuan di lini depan akibat faktornya kurang efektif, kurang teliti dalam menyelesaikan berbagai peluang.
"Babak pertama Indonesia lebih banyak mendapatkan peluang dan bisa mengurung pertahanan dari Mozambik, tapi memang di babak kedua Mozambik bertahan lebih bagus, Indonesia punya peluang tapi enggak bisa cetak gol," bebernya.
Perbandingan Efektivitas Permainan Timnas Indonesia saat Kandang dan Tandang
Erwin juga menjelaskan tentang efektivitas permainan Indonesia. Ia tidak bisa mengomentari lebih banyak lantaran John Herdman baru empat kali memimpin laga Indonesia.
Setiap pertandingan memiliki analisis yang berbeda lantaran tim pelatih mengacu dari kekuatan lawan. Ia memahami mantan pelatih Kanada itu masih mencari susunan dan pola permainan yang efektif.
"Sekali lagi enggak bisa dibandingkan apple to apple, tapi Indonesia bisa menguasai atmosfer pertandingan," ucapnya.
Ia membandingkan efektivitas permainan saat bermain di kandang dan tandang. Menurutnya, progres di bagian ini masih belum terlihat sehingga Indonesia harus lebih banyak bertanding dengan tim di luar kandang.
"Mungkin yang harus dicari lagi ke depannya adalah bagaimana Indonesia kalau main bukan di GBK tapi main di kandang lawan. Itu yang masih belum kelihatan, belum pernah kejadian di era John Herdman ini," paparnya.
Baginya, tingkat efektivitas akan semakin terbentuk saat bermain tandang. Para pemain bakal merasakan atmosfer pertandingan yang jauh berbeda, mulai dari mengalami tekanan suporter lawan hingga menjajal tim lebih kuat dari Indonesia.
(hap)
Load more