Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Lakukan Pelanggaran Terbanyak di Piala AFF 2026: Kami Paling Sportif
- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Skor 0-3 pun menjadi hasil akhir.
Selain membahas hasil pertandingan, Soha.vn memberikan perhatian khusus terhadap statistik fair play kedua tim.
Media tersebut menilai Vietnam memiliki catatan disiplin yang jauh lebih baik dibandingkan Indonesia.
"Vietnam adalah tim yang paling sportif, sementara Indonesia melakukan pelanggaran terbanyak di babak penyisihan grup Piala ASEAN 2026," tulis Soha.vn.
Menurut laporan tersebut, Vietnam hanya melakukan 24 pelanggaran dalam empat pertandingan dan menerima satu kartu kuning.
Soha.vn menganggap statistik tersebut mencerminkan gaya bermain Vietnam yang lebih tenang dan terorganisasi.
Alih-alih mengandalkan kontak fisik secara berlebihan, Vietnam disebut lebih banyak menggunakan organisasi pertahanan dan kontrol ruang untuk menghentikan serangan lawan.
Kondisi berbeda terlihat dari catatan Timnas Indonesia.
"Berbeda jauh dengan standar tersebut, tim Indonesia berada di peringkat terakhir dalam klasemen fair play. Mereka melakukan 56 pelanggaran dalam 4 pertandingan, jumlah tertinggi di babak penyisihan grup," kata Soha.vn lagi.
Indonesia tercatat melakukan 56 pelanggaran dan mendapatkan 10 kartu kuning sepanjang empat pertandingan fase grup.
Media Vietnam kemudian menghubungkan tingginya jumlah pelanggaran tersebut dengan situasi pertandingan yang dihadapi Indonesia.
Salah satunya ketika Garuda tertinggal 0-3 dari Vietnam. Indonesia juga disebut melakukan sejumlah pelanggaran saat menghadapi Singapura setelah lawan mencetak gol penyama kedudukan.
Meski demikian, jumlah pelanggaran tidak serta-merta menjadi ukuran tunggal untuk menentukan kualitas sebuah tim. Intensitas permainan, karakter lawan, hingga situasi pertandingan dapat memengaruhi statistik tersebut.
Namun, bagi Soha.vn, perbedaan angka tersebut menjadi salah satu gambaran kontras antara kedua tim.
Soha.vn juga menyoroti bagaimana Vietnam mampu menjaga organisasi permainan tanpa harus melakukan banyak pelanggaran.
Dalam pertandingan melawan Indonesia, The Golden Star Warriors mampu memanfaatkan momentum dua gol cepat pada babak pertama.
Setelah unggul, Vietnam tidak terburu-buru mengambil risiko. Mereka justru mampu mempertahankan struktur pertahanan dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Strategi tersebut membuat Indonesia kesulitan menemukan celah.
Thailand juga disebut memiliki pendekatan defensif yang efektif. Dengan lini tengah yang aktif mengontrol permainan, Thailand mampu mengurangi ruang yang tersedia bagi lawan tanpa harus melakukan banyak pelanggaran.
Load more