Tak Semua Pemain Timnas Indonesia Putri U-16 di Srikandi Merdeka Cup Bisa Tampil di IWL, PSSI Beberkan Alasannya
- tvOnenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, mengungkap alasan tidak semua pemain Timnas Indonesia Putri U-16 yang tampil di Srikandi Merdeka Cup 2026 bisa melanjutkan kiprahnya ke Indonesia Women League (IWL). Regulasi usia menjadi salah satu faktor utama yang membuat para pemain muda tersebut tidak seluruhnya dapat memperkuat klub di kompetisi domestik.
Srikandi Merdeka Cup 2026 memang menjadi panggung penting bagi pemain-pemain muda Indonesia. PSSI mengirimkan dua tim berbeda dalam turnamen tersebut, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, yang sama-sama diperkuat pemain kelompok usia U-16.
Kedua tim tersebut menjalani persaingan dengan hasil yang berbeda selama fase grup. Garuda Pertiwi berhasil menjadi juara Grup A setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan.
Sementara itu, Putri Nusantara harus mengakhiri perjalanan lebih awal. Tim asuhan Takumi Taniguchi menempati posisi ketiga Grup B dengan tiga poin dan hanya kalah selisih gol dari Yordania.
Garuda Pertiwi kemudian berhak melanjutkan perjuangan ke semifinal. Tim yang ditangani Timo Scheunemann tersebut dijadwalkan menghadapi Yordania di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).
Performa para pemain muda tersebut tentu menjadi perhatian PSSI. Namun, penampilan mereka di Srikandi Merdeka Cup tidak otomatis membuat seluruh pemain mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi domestik putri.
Ada aturan khusus yang harus dipatuhi klub peserta IWL terkait penggunaan pemain berusia di bawah 16 tahun. Regulasi tersebut membuat jumlah pemain U-16 yang dapat tampil di kompetisi putri nasional menjadi sangat terbatas.
Vivin menjelaskan bahwa setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan dua pemain U-16. Jika seluruh klub memanfaatkan kuota tersebut, hanya terdapat 12 pemain U-16 yang bisa tampil di IWL.
Selain batasan usia, terdapat persyaratan lain yang harus dipenuhi pemain muda tersebut. Dua pemain U-16 yang mendapatkan kesempatan tampil di setiap klub harus memiliki pengalaman bermain bersama Timnas Indonesia Putri senior.
"Kita batasi karena mereka masih U-16. Jadi ada regulasi yang membatasi U-16 itu," ujar Vivin di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
"Hanya boleh dua (orang), dan yang sudah pernah main di Timnas senior, begitu," tambahnya.
Artinya, pencapaian pemain di Srikandi Merdeka Cup tidak menjadi satu-satunya pertimbangan untuk bisa tampil di IWL. PSSI juga tetap membuka jalur pembinaan lain agar talenta-talenta muda yang belum memenuhi regulasi kompetisi tetap mendapatkan kesempatan berkembang.
Salah satu jalur tersebut adalah memberikan kesempatan kepada pemain muda berlatih bersama Timnas Indonesia Putri senior. Program tersebut diharapkan membuat pemain U-16 mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dengan level yang lebih tinggi.
Vivin menyebut sejumlah pemain dari program pembinaan PSSI bahkan sudah mendapatkan perhatian dari pelatih Timnas Indonesia Putri senior, Satoru Mochizuki. Pemain yang dianggap memiliki potensi dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti pemusatan latihan bersama skuad senior.
"Ya, kita (PSSI) happy sekali bahwa apa yang kita sudah lakukan, program yang sudah dilakukan baik kompetisi domestik maupun ada beberapa anak yang bagus kita memang tarik dan magang di timnas senior. Jadi selain memang insentif kemarin ke Prancis mereka bisa berlatih bersama, kemudian ternyata akselerasi mereka, beberapa ya, tidak semuanya yang memang dinilai bagus dan di-approve oleh Coach Mochi, mereka boleh berlatih bersama," kata Vivin.
Kesempatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis pemain. PSSI melihat pengalaman berlatih bersama tim senior juga dapat membentuk mental para pemain muda agar lebih siap menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.
"Paling tidak setiap TC senior mereka dikasih kesempatan untuk ikut latihan dua minggu-dua minggu. Itu ternyata selain meningkatkan skills, mentalnya juga luar biasa. Mungkin teman-teman media bisa lihat mereka tidak ada takutnya ya mau ketemu Thailand, mau ketemu Jordan, mau ketemu tim-tim kuat lainnya. Mereka sudah tidak ada takutnya karena mereka sudah digebukin di waktu latihan bareng dengan timnas senior," tutupnya.
Program tersebut menjadi salah satu cara PSSI menjaga kesinambungan pembinaan pemain putri. Mereka yang belum bisa bermain di IWL karena terbentur regulasi usia tetap memiliki jalur untuk mendapatkan pengalaman bersama pemain senior.
Srikandi Merdeka Cup 2026 pun menjadi bagian penting dari proses tersebut. Turnamen ini memberikan kesempatan kepada pemain usia muda untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sekaligus menjadi panggung bagi PSSI untuk memantau perkembangan talenta masa depan.
Dengan adanya pembatasan pemain U-16 di IWL, PSSI dituntut memiliki skema pembinaan yang berkelanjutan. Pemain yang belum bisa masuk kompetisi senior tidak boleh kehilangan kesempatan untuk berkembang hanya karena faktor usia.
Di sisi lain, keberhasilan Garuda Pertiwi menembus semifinal menunjukkan bahwa pembinaan pemain muda mulai memberikan hasil. Kini perhatian PSSI tidak hanya tertuju pada hasil turnamen, tetapi juga bagaimana talenta-talenta tersebut dapat dipersiapkan menjadi bagian dari Timnas Indonesia Putri senior di masa depan.
(igp/hfp)
Load more