Kepada Media Internasional, Mitchell Baker Bicara Jujur usai Disamakan dengan Erling Haaland
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah media sepak bola internasional menyoroti julukan terhadap Mitchell Baker yang disamakan dengan Erling Haaland. Julukan itu disematkan oleh para fans di media sosial.
Baker telah menjadi andalan baru skuad Garuda di lini serang. Dia berhasil membuktikan kapabilitasnya dalam dua turnamen terakhir, yaitu Piala AFF 2026.
Baru delapan kali bertanding, Baker sudah mengoleksi sembilan gol. Dia bahkan sudah pernah mencetak sebuah hattrick dan satu kali mencetak lima gol dalam sebuah laga alias pancagol.
Ketajaman striker Georgetown Hoyas berusia 19 tahun ini menuai pujian dari seluruh Indonesia. Para fans menyamakannya dengan bomber Manchester City, Erling Haaland, yang mana disoroti media internasional Tribuna.
“Di usia 19 tahun, Mitchell Baker telah memenangkan trofi internasional, menarik banyak penggemar di Indonesia, dan dibandingkan dengan Erling Haaland. Namun, striker kelahiran Australia ini belum pernah memainkan satu pertandingan pun di sepak bola klub profesional,” tulis Tribuna.
“Kesuksesan internasional Baker telah memberinya pengakuan dalam skala yang jarang dialami oleh pemain sepak bola universitas. Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 280 juta orang dan memiliki salah satu basis penggemar sepak bola paling bersemangat di Asia Tenggara. Kemunculannya telah menarik perhatian yang cukup besar di media sosial, di mana para pendukungnya menjulukinya 'Erling Baker' dan 'Haaland Indonesia',” tambahnya.
Selebrasinya juga serupa dengan Haaland. Jadi, Baker mengakui bahwa itu memang sebuah penghormatan untuk sang bomber asal Norwegia.
“Ya, selebrasi itu adalah penghormatan kepada Haaland, meskipun mungkin saya perlu membuat selebrasi sendiri! Dia adalah seseorang yang sudah lama saya kagumi,” kata Baker kepada Tribuna.
Dia mengakui bahwa dirinya mempelajari cara Haaland bermain. Mulai dari caranya menemukan ruang hingga bagaimana dia berlari.
“Saya mempelajari waktu larinya, cara dia menemukan ruang di antara para bek, dan bagaimana dia menyerang umpan silang dan peluang di dalam kotak penalti. Saya juga mengagumi profesionalisme dan mentalitasnya,” katanya.
“Sebagai seorang penyerang tengah yang tinggi, ada hal-hal yang dapat saya pelajari dari permainannya, tetapi saya tahu penting untuk mengembangkan kekuatan dan identitas saya sendiri sebagai pemain,” tambahnya. (rda)
Load more