PSSI Akhirnya Angkat Bicara usai Satoru Mochizuki Mendadak Berpisah dengan Timnas Putri Indonesia
- Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - PSSI menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Satoru Mochizuki atas kontribusinya selama membangun sepak bola putri Indonesia. Pelatih asal Jepang tersebut meninggalkan sejumlah pencapaian penting, termasuk dua gelar juara Piala AFF Wanita secara beruntun bersama Garuda Pertiwi.
Apresiasi tersebut disampaikan di tengah berakhirnya kebersamaan Mochizuki dengan Timnas Putri Indonesia. Perpisahan itu diumumkan melalui akun Instagram resmi Timnas Indonesia pada Kamis (5/11/2026), setelah sang pelatih menjalani perjalanan bersama sepak bola putri Tanah Air sejak 2024.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus Ketua Komite Sepak Bola Wanita, Vivin Cahyani Sungkono, secara khusus mengapresiasi kerja keras dan dedikasi Mochizuki. Menurutnya, kehadiran pelatih berusia 61 tahun tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan Timnas Putri Indonesia.
"Tentunya kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Satoru Mochizuki atas dedikasi, kerja keras, dan komitmennya dalam membangun sepak bola putri Indonesia. Dua gelar AFF Women's Cup secara beruntun dan lolos ke Piala Asia Putri U-17 2027 merupakan pencapaian bersejarah yang patut kita banggakan bersama," ujar Vivin.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Vivin menegaskan, kontribusi Mochizuki tidak hanya terlihat dari trofi yang berhasil dipersembahkan kepada Indonesia. Ia juga dinilai berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri pemain serta memberikan pengalaman berharga untuk menghadapi persaingan sepak bola internasional.
"Lebih dari sekadar gelar juara, kami mengapresiasi kontribusinya dalam memberikan pengalaman, membangun kepercayaan diri, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi para pemain putri Indonesia untuk berkembang dan bersaing di level internasional. Kami berharap Coach Mochizuki selalu sukses dalam perjalanan berikutnya," tambah Vivin.
Mochizuki pertama kali dipercaya menangani Timnas Putri Indonesia pada 20 Februari 2024. Salah satu keberhasilan terbesarnya datang pada tahun yang sama ketika ia membawa Garuda Pertiwi meraih gelar juara Piala AFF Wanita 2024.
Dalam pertandingan final, Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja dengan skor 3-1. Keberhasilan tersebut menjadi catatan istimewa karena merupakan trofi internasional pertama sepanjang sejarah Timnas Putri Indonesia.
Perjalanan Mochizuki bersama sepak bola putri Indonesia sempat mengalami perubahan pada 2025 ketika PSSI mengalihkan tanggung jawabnya ke bidang pengembangan. Namun, ia kembali mendapatkan kepercayaan memimpin tim senior pada April 2026 dan langsung membuktikan kemampuannya dengan membawa Indonesia kembali menjadi juara.
Pada final Piala AFF Wanita 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Garuda Pertiwi tampil meyakinkan dengan menghancurkan Laos lima gol tanpa balas. Hasil tersebut memastikan Indonesia sukses mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih dua tahun lalu.
Keberhasilan itu sekaligus menjadikan Mochizuki sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah perkembangan sepak bola putri Indonesia. Dua trofi Piala AFF Wanita yang diraih pada 2024 dan 2026 menjadi pencapaian besar selama perjalanan kepelatihannya bersama Garuda Pertiwi.
Selain prestasi di level senior, Mochizuki juga tercatat memiliki kontribusi dalam pencapaian Timnas Putri Indonesia U-17 yang mendapatkan tiket ke Piala Asia Putri U-17 2027. Deretan hasil tersebut menjadi bagian dari warisan yang ditinggalkan pelatih asal Jepang itu setelah kebersamaannya dengan PSSI berakhir.
Hingga Jumat (6/11/2026), PSSI belum mengumumkan sosok yang akan mengisi posisi pelatih kepala Timnas Putri Indonesia selanjutnya. Berakhirnya perjalanan Mochizuki pun menjadi momentum bagi federasi untuk melanjutkan pembinaan sepak bola putri setelah mencatatkan dua gelar regional secara beruntun.
Load more