Dumai,- Calon petahana walikota Dumai, Eko Saharjo, meninggal dunia setelah sempat terkonfirmasi covid-19. Calon petahana yang diusung partai Demokrat ini, sempat dirawat di rumah sakit sejak awal bulan November lalu.
Eko Saharjo, dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, pukul 02.00 WIB di seuah rumah sakit di Pekanbaru. Sejak awal November lalu, Eko telah cuti kampanye karena terpapar covid-19. Selama dirawat di rumah sakit, almarhum juga diketahui menderita penyakit diabetes.
Awalnya, Calon Walikota Dumai nomor urut 2 ini dinyatakan positif terpapar Covid-19, namun telah dinyatakan negatif. Usai dinyatakan negatif, ketua DPC Demokrat Kota Dumai ini masih harus mendapatkan perawatan karena ada menderita sakit diabetes.
Dari Pekanbaru, Almarhum dibawa ke kediaman orang tuanya di Bundaran Kelurahan Jayamukti Kecamatan Dumai Timur.
Eko Suharjo adalah calon wali kota petahana di Pilkada Dumai 2020. Ia berpasangan dengan Syarifah dan didukung koalisi Demokrat, Golkar, serta Hanura. Eko-Syarifah berhadapan dengan tiga paslon lain, yaitu Hendri Sandra-Muhammad Rizal Akbar yang diusung Gerindra dan PDIP, serta pasangan Paisal-Amris yang diusung Nasdem dan PPP, dan pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin yang diusung PKS dan PAN.
Eko pernah menjabat sebagai Wakil Wali kota Dumia periode 2015-2020, mendampingi Zulkifli AS.
Diketahui, pada Oktober lalu, Sentra Gakkumdu Kota Dumai juga menetapkan calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo sebagai tersangka tindak pidana Pilkada. Wakil Wali Kota Dumai itu diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam kampanyenya di Pilkada Dumai.
Eko menjadi kandidat keempat di Pilkada Serentak 2020 yang meninggal dunia karena Covid-19. Sebelumnya ada calon wali kota Bontang Adi Darma, calon bupati Bangka Tengah Ibnu Soleh, dan calon bupati petahana Kabupaten Berau Muharram. (ito)
(Lihat Juga: Anggota KPPS Kendal Jalani tes usap covid-19)