Jakarta, tvOnenews.com – Genosida di Gaza telah memasuki tahun kedua sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023.
Dalam situasi kemanusiaan yang terus memburuk, delegasi dari Israel dan Hamas akhirnya memulai hari pertama perundingan tidak langsung di Kairo, Mesir, pada Senin (6/10/2025).
Perundingan ini difasilitasi oleh Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat, dengan fokus pada rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Rencana tersebut mencakup penghentian total pertempuran, pembebasan seluruh sandera, serta pembukaan jalur bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Meski kedua pihak menyatakan dukungan terhadap prinsip-prinsip dasar rencana tersebut, pembahasan masih menemui jalan terjal.
Isu paling sensitif dalam negosiasi adalah tuntutan agar Israel menarik pasukannya dari wilayah Gaza serta melucuti senjata milik Hamas.
Pertemuan ini menjadi sorotan internasional mengingat lebih dari 67.000 warga sipil telah menjadi korban sejak konflik dimulai dua tahun lalu.
Kondisi Gaza yang hancur akibat blokade dan serangan berkepanjangan membuat tekanan global terhadap kedua pihak semakin besar untuk segera menghentikan kekerasan.
Para pengamat menilai anpa adanya komitmen politik yang nyata dari kedua belah pihak, proses perdamaian dikhawatirkan akan kembali berakhir buntu seperti upaya-upaya sebelumnya.
Sementara itu, masyarakat dunia terus menyerukan penghentian genosida dan mendesak negara-negara besar untuk menekan Israel agar mematuhi hukum internasional, serta memastikan rakyat Palestina memperoleh hak atas kemerdekaan dan kehidupan yang damai.