Penjelasan SMAN 1 Cimarga Terkait Penamparan Siswa Merokok hingga Kepsek Dinonaktifkan
Lebak, tvOnenews.com - Polemik di SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, masih menjadi sorotan publik setelah kepala sekolahnya dinonaktifkan buntut dari kasus dugaan kekerasan terhadap siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Meski demikian, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Cimarga, Dhea, menjelaskan bahwa siswa yang terlibat dalam kasus tersebut sebelumnya dikenal berperilaku wajar dan tidak memiliki catatan pelanggaran berat.
Menurutnya, insiden merokok ini merupakan pelanggaran pertama yang dilakukan oleh siswa tersebut.Â
Pihak sekolah sebenarnya telah memiliki regulasi internal untuk menangani pelanggaran serupa.
Terkait sosok kepala sekolah, Dhea menyebut Ibu Dini dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi namun perlu memperbaiki kemampuan dalam mengelola emosi.
Ia juga meluruskan isu mogok belajar yang sempat beredar di media sosial. Menurutnya, selama dua hari siswa memang tidak hadir ke sekolah, namun kegiatan belajar tetap berlangsung secara daring.
Sementara itu, Retno Listyarti, pemerhati pendidikan dan mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menilai kasus tersebut perlu dijadikan evaluasi bagi semua pihak, terutama dalam pengelolaan emosi pendidik dan penerapan disiplin tanpa kekerasan.
Retno menegaskan bahwa pembentukan karakter siswa harus dilakukan melalui pendekatan edukatif, bukan hukuman yang menyakiti.Â
Ia juga mendorong agar pemerintah melakukan screening psikis berkala terhadap tenaga pendidik untuk mencegah hal serupa terulang.
Dengan penonaktifan kepala sekolah, kegiatan di SMAN 1 Cimarga kini berjalan di bawah koordinasi sementara pihak guru dan wakil kepala sekolah.Â
Â