Kampung Pasar Pisang, Permukiman Padat Minim Cahaya di Kolong Rel Kereta Api
Jakarta, tvOnenews.com - Kawasan Kampung pasar pisang atau yang dikenal warga sebagai Kebon Pisang, Jakarta Barat, menjadi salah satu permukiman padat yang berdiri tepat di bawah jalur rel kereta api.
Puluhan keluarga tinggal berdesakan dalam bangunan kontrakan berukuran sempit dengan pencahayaan minim dan lingkungan yang lembap.
Kondisi tersebut membuat kawasan ini rentan terhadap penyakit serta gangguan kebersihan.
Rumah-rumah di kawasan ini dibangun saling berdempetan tanpa jarak. Banyak hunian tidak memiliki dapur maupun kamar mandi pribadi, sehingga sebagian warga menggunakan fasilitas umum secara bergantian.
Biaya kontrakan bervariasi antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan. Lingkungan yang minim ventilasi membuat bau menyengat, keberadaan tikus, dan kecoa menjadi pemandangan sehari-hari.
Meski suara kereta melintas terdengar hampir setiap lima menit, warga mengaku telah terbiasa. Sebagian besar di antara mereka telah tinggal puluhan tahun di lokasi tersebut.
Warga menyebutkan, kawasan ini tidak rawan banjir, namun genangan dan kebocoran kerap terjadi saat hujan.
Selain itu, akses menuju jalur rel sangat dekat sehingga pemerintah dan warga menekankan pentingnya pengawasan agar anak-anak tidak bermain terlalu dekat dengan rel.
Pemerintah kelurahan disebut sesekali hadir memberikan bantuan, namun warga berharap ada solusi jangka panjang berupa penataan permukiman yang lebih layak.
Banyak warga mengaku ingin pindah ke tempat tinggal yang lebih sehat dan terang, namun keterbatasan ekonomi membuat mereka bertahan.