Jakarta, tvOnenews.com - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara mengakibatkan kerusakan parah dan jatuhnya korban jiwa.
Hingga Rabu (27/11/2025), data sementara mencatat 29 orang meninggal dunia dan 6 orang masih hilang akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
BPBD Sumatera Utara menyampaikan bahwa jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring bertambahnya wilayah terdampak dan belum pulihnya akses komunikasi di beberapa daerah.
Wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga menjadi dua lokasi terdampak paling parah. Komunikasi dan jaringan listrik di sana terputus sehingga akses informasi belum sepenuhnya diperoleh.
Jalur darat ke sejumlah titik masih tertimbun material longsor, membuat logistik belum dapat dikirim melalui jalur darat.
Untuk mengatasi hambatan itu, pemerintah daerah bersama TNI–Polri menyiapkan pengiriman bantuan menggunakan helikopter dari Lanud Suwondo. Namun pengiriman masih bergantung pada kondisi cuaca.
Jumlah pengungsi tercatat terus bertambah. Per Rabu pagi, sedikitnya 3.000 jiwa telah dievakuasi ke lokasi pengungsian di wilayah Tapanuli Selatan, sementara pendataan masih berlangsung untuk wilayah lainnya.
Warga terdampak di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga dilaporkan membutuhkan makanan siap saji dan pakaian layak pakai, karena tidak memiliki fasilitas memasak akibat kerusakan parah di permukiman.
BPBD menyebutkan sedikitnya 12 kabupaten/kota telah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara.
Tiga daerah yaitu Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara telah menetapkan status tanggap darurat.
Cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut. Berdasarkan perkiraan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi hingga 2 Desember 2025 akibat pengaruh siklon tropis Senyar, gangguan gelombang atmosfer, dan IOD bernilai negatif.
Melihat curah hujan yang belum berhenti, otoritas kebencanaan mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng bukit, dan daerah rawan banjir untuk melakukan evakuasi mandiri guna mencegah jatuhnya korban.