90 Persen Permukiman Rusak, Akses Air Bersih Masih Sulit Didapatkan di Pidie Jaya, Aceh
Pidie Jaya, tvOnenews.com - Memasuki hari ketujuh pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, aktivitas warga perlahan mulai kembali terlihat.
Warga di sejumlah desa, terutama Desa Blang Awe dan Desa Senaung, tampak mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum yang tertimbun material lumpur meskipun terkendala minimnya air bersih dan alat berat.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kerusakan sangat parah. Sungai di kawasan tersebut mengalami pelebaran drastis akibat banjir bandang yang membawa bongkahan kayu dan material dari kaki Bukit Barisan, menghantam pemukiman, sekolah, hingga area persawahan.
Puluhan rumah panggung milik warga hanyut terbawa arus, sementara sebagian lainnya ambruk dan rata dengan tanah.
Sebuah jembatan penghubung antara Desa Blang Awe dan Desa Seneung juga dilaporkan rubuh, membuat akses antarwilayah terputus total.
Warga membersihkan rumah secara mandiri sejak malam hingga siang hari, tetapi proses berlangsung sangat lambat.
Endapan lumpur di dalam rumah dilaporkan memiliki ketebalan 50 cm hingga 2 meter, membuat pembersihan memerlukan waktu panjang.
Kelangkaan bahan bakar minyak membuat alat berat ekskavator tidak dapat dioperasikan maksimal, sehingga pembersihan lebih banyak mengandalkan tenaga warga.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan material lumpur mengering dan berubah menjadi debu, meningkatkan risiko gangguan pernapasan terutama bagi anak-anak.
Meski sebagian titik telah menerima bantuan berupa makanan cepat saji, sembako, matras, selimut, hingga air mineral, jumlahnya masih jauh dari cukup.
Dengan populasi 1.147 jiwa di Desa Blang Awe, bantuan hanya diperkirakan bertahan beberapa hari ke depan.
Warga saat ini harus menempuh 4 kilometer ke desa tetangga untuk mendapatkan air bersih karena pasokan belum tersedia di wilayah terdampak.
Selain itu, pendistribusian logistik masih belum merata, menyebabkan penumpukan bantuan di beberapa posko sementara desa lain belum tersentuh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan perkembangan terbaru untuk Kabupaten Pidie Jaya:
Meninggal dunia 17 orang
Hilang 18 orang
Mengungsi 98.590 warga
Rumah rusak di Desa Blang Awe ±90% rusak total
Sebagian besar warga masih bertahan di posko pengungsian dan memerlukan makanan, air bersih, pakaian layak, obat-obatan, serta percepatan pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi.
Di sejumlah posko, komunitas kemanusiaan mulai memberikan layanan trauma healing bagi anak-anak untuk membantu pemulihan psikologis pascabencana.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah dan pusat meningkatkan distribusi logistik serta mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, terutama akses listrik dan komunikasi seluler.