Sekolah Darurat Untuk Siswa Korban Banjir di Tapsel
Tapanuli Selatan, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menyiapkan sekolah darurat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung bagi siswa yang menjadi korban Banjir bandang di lima desa Kecamatan Batang Toru.
Fasilitas pemerintahan, seperti balai desa, kantor kecamatan, dan gedung pemerintah lain akan digunakan sebagai ruang kelas sementara.
Banjir bandang yang terjadi pada Selasa, 25 November lalu menyebabkan sejumlah sekolah rusak parah dan tidak dapat difungsikan.
Di Desa Hutagodang, bangunan sekolah dasar tertimbun lumpur dan material kayu gelondongan. Sementara di Desa Aek Garoga, bangunan sekolah nyaris rata dengan tanah; hanya kamar mandi yang tersisa, sedangkan ruang kelas tinggal pondasi.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, memastikan proses pendidikan tidak akan terhenti, terutama menjelang ujian semester yang mulai berlangsung Senin, 8 Desember.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat, total 23 bangunan sekolah di wilayah kabupaten mengalami kerusakan akibat bencana alam tanah longsor dan banjir beberapa waktu terakhir. Sebanyak enam di antaranya berada di Kecamatan Batang Toru.
Dengan adanya sekolah darurat, pemerintah berharap proses pendidikan tetap berjalan lancar meski infrastruktur sekolah masih dalam tahap pendataan dan penanganan.