Labuan bajo, tvOnenews.com - Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian terhadap Pelatih valencia FC dan dua warga negara Spanyol lainnya yang hilang usai kapal wisata KM Putri Sakinah karam di perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Perpanjangan pencarian diputuskan setelah rapat evaluasi di Posko Nataru Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Kepala Basarnas setempat menyatakan operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan tanpa pengurangan kekuatan personel.
Fokus pencarian diarahkan pada penggunaan detektor sonar untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban maupun bangkai kapal di dasar laut. Jika sonar menemukan indikasi tertentu, tim penyelam akan kembali diterjunkan untuk melakukan penyelaman lanjutan.
Dalam operasi hari keenam, tim SAR gabungan mengerahkan 11 penyelam berpengalaman yang dibagi ke dalam tiga sektor pencarian berbeda.
Penyelaman dilakukan hingga kedalaman sekitar 40 meter dengan durasi rata-rata 30 menit per penyelaman, menyesuaikan kondisi arus laut di sekitar lokasi kejadian.
Selain penyelaman, zona penyisiran juga diperluas hingga 34,96 mil laut dari titik terakhir tenggelamnya kapal wisata tersebut di perairan Pulau Padar.
Untuk mendukung efektivitas pencarian, tim SAR diperkuat dengan tiga unit sonar yang dipasang pada beberapa kapal penyisir, serta tambahan skuter bawah air guna membantu mobilitas penyelam menghadapi arus laut yang cukup kuat.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Nusa Tenggara Timur turut menambah peralatan pendeteksi bawah air guna mempercepat proses pencarian.
Hingga saat ini, tim SAR baru menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan kapal, seperti serpihan kapal, rompi pelampung, dan kabel, namun belum menemukan keberadaan korban.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban dan Kedutaan Besar Spanyol turut hadir di Labuan Bajo untuk memantau langsung proses pencarian.
Mereka ingin melihat secara langsung upaya pencarian yang dilakukan di laut serta di titik lokasi insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung dengan mengedepankan keselamatan personel dan memaksimalkan penggunaan teknologi pencarian bawah laut.