Tragedi Main Hakim Sendiri Tewaskan Terduga Pencuri Motor di Morowali
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan aksi Main hakim sendiri di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan setelah seorang pria berinisial S (33) meninggal dunia usai diduga dikeroyok warga.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki dua perkara sekaligus, yakni dugaan pencurian sepeda motor yang dituduhkan kepada korban dan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/7/2026) malam di sekitar sebuah minimarket. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga hendak membawa sepeda motor milik warga. Dugaan tersebut diketahui pemilik kendaraan sehingga memicu teriakan yang mengundang perhatian masyarakat sekitar.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, korban terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam minimarket.
Namun, massa kemudian mengejarnya, menarik korban keluar, dan diduga melakukan pengeroyokan secara beramai-ramai hingga korban mengalami luka berat.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi sempat mengalami kesulitan mengevakuasi korban karena banyaknya warga yang berkumpul.
Korban kemudian dibawa ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sebelum dirujuk ke RSUD Bungku. Meski sempat menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Polres Morowali menegaskan hingga saat ini belum dapat menyimpulkan bahwa korban benar-benar melakukan pencurian sepeda motor.
Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi secara utuh. Polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi dan mengantongi nama-nama yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan. Jumlah calon tersangka dipastikan lebih dari satu, namun penetapannya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Di sisi lain, keluarga korban meminta proses hukum berjalan secara adil. Istri korban, Nurhalisa, menyampaikan bahwa suaminya sehari-hari bekerja sebagai operator di Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan industri Morowali.
Menurutnya, komunikasi terakhir yang dilakukan bersama suaminya hanya berkaitan dengan aktivitas pekerjaan seperti biasa. Pada malam kejadian, ia sempat mengira telepon suaminya tidak aktif akibat gangguan jaringan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Baru pada dini hari ia menerima kabar bahwa suaminya telah meninggal dunia.
Nurhalisa juga mengungkapkan bahwa dirinya dan sang suami telah lama menjalani hubungan jarak jauh karena bekerja di daerah berbeda.
Pertemuan terakhir mereka terjadi pada awal Januari saat ia mengantar suaminya kembali bekerja di Morowali setelah pemakaman ayah korban. Keluarga berharap seluruh pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan diproses sesuai hukum yang berlaku.