Kualitas Udara di Sampit Memasuki Level Berbahaya
Sampit, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sebanyak 41 titik kebakaran tercatat dalam satu hari selama masa tanggap darurat, dengan sejumlah lokasi sulit dijangkau petugas.
Dari 41 titik tersebut, tujuh lokasi belum dapat ditangani karena terkendala akses menuju area kebakaran.
Kebakaran juga dilaporkan terus muncul di sejumlah wilayah hingga malam hari sehingga jumlah titik api berpotensi bertambah.
Kondisi tersebut terjadi ketika masa tanggap darurat karhutla dan kekeringan Kotim memasuki periode perpanjangan. Pemerintah Kabupaten Kotim sebelumnya menetapkan status tersebut berlaku hingga 15 September 2026.
Pembaruan penting: berdasarkan rapat evaluasi pada Senin (14/9/2026), Pemkab Kotim kemudian memperpanjang kembali status tanggap darurat karhutla hingga 30 September 2026 selama 15 hari.
Kebijakan tersebut diambil karena titik api masih ditemukan dan sejumlah lokasi masih membutuhkan penanganan serta pendinginan.
Luas lahan terdampak juga terus bertambah. Data BPBD Kalimantan Tengah hingga awal September mencatat Kotim sebagai daerah dengan karhutla terluas di provinsi tersebut, mencapai sekitar 2.280 hektare. Kotim juga mencatat 12.713 titik panas sepanjang periode Januari hingga 1 September 2026.
Kabut asap turut memperburuk kualitas udara di Sampit. Pemantauan sebelumnya menunjukkan kualitas udara Kotim sempat berada pada kategori berbahaya, bahkan parameter PM10 mencapai lebih dari 1.000. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.
Pemadaman masih menghadapi kendala keterbatasan sumber air serta sulitnya akses menuju sejumlah lokasi. Pemerintah daerah juga mendorong dukungan operasi udara untuk menangani area kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.