News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dua Napi Kabur Dari Rutan Ruteng Ditangkap, 1 Lainnya Masih Buron

Satu lagi narapidana (napi) yang kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ruteng, Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil ditangkap. Egi Harsono Agung (22) ditangkap di tempat persembunyiannya di rumah kerabatnya di Iteng Kecamatan Satar Mese, Minggu (15/5/2022) pagi.
Senin, 16 Mei 2022 - 00:23 WIB
Dua dari 3 Napi yang kabur dari Rutan Ruteng ditangkap
Sumber :
  • tvOne

Manggarai, NTT, tvOne

Satu lagi narapidana (napi) yang kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ruteng, Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil ditangkap. Egi Harsono Agung (22) ditangkap di tempat persembunyiannya di rumah kerabatnya di Iteng Kecamatan Satar Mese, Minggu (15/5/2022) pagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan Egi dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Arviandre Maliki melibatkan Unit Jatarans bersama sipir Rutan Carep.

“Penangkapan dilakukan pada hari Minggu tanggal 15 Mei 2022, pukul 05.00 pagi di rumah keluarga pelaku, di Desa Iteng Satar Mese,” ujar Humas Polres Manggarai Ipda I Made Budi Arsa kepada tvonenews, Minggu.

Menurut Ipda Budi, tiga orang narapidana mengaku berhasil kabur dengan cara melompati pagar tembok bagian belakang Rutan menggunakan tali pada bulan Januari 2022.

Dalam pelariannya, lanjut Ipda Budi kawanan napi itu dilaporkan melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di kota Ruteng.

“Saat kabur mereka sempat mencuri sepeda motor di Ruteng dan Satar Mese dan menurut keterangan Egi ini dia dan temannya beberapa hari kemudian berpencar sehingga ia tidak mengetahui kabar dua temannya yang lain,” terang Ipda Budi Arsa.

Egi Harsono Agung yang adalah napi kasus pencurian sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Manggarai.

“Yang bersangkutan (Egi) sementara diamankan di Polres Manggarai,” tutupnya.

Perburuan terhadap tiga kawanan DPO penghuni Rutan Carep Ruteng masing-masing Oswaldus, Egi dan Martinus memang sangat melelahkan dengan target pencarian diperluas.

Sebelum penangkapan Egi, tim dari Rutan Carep berhasil meringkus Oswaldus Sari Alias Yos. Pria 24 tahun yang dipenjara selama 7 tahun dalam kasus pelecehan anak itu ditangkap di Maumere Kabupaten Sikka saat sedang menunggu kapal tujuan Kalimantan Timur.

Sumber di Rutan Carep mengatakan, penangkapan terhadap Oswaldus terbilang beruntung karena warga binaan itu hendak kabur ke luar NTT.

“Kita dapat laporan dari orang dekat pelaku bahwa Oswaldus ini baru keluar dari rumahnya di Tangge Lembor Manggarai Barat hendak ke Kalimantan Timur akan menggunakan kapal penumpang dari Maumere. Kita kejar melewati lima kabupaten. Untung saja berhasil kalau tidak pasti akan makin merepotkan lari antarprovinsi,” tutur sumber tersebut.

Dengan tertangkapnya Oswaldus dan Egi, maka DPO yang masih dalam pengejaran yakni napi kasus pencurian bernama  Martinus Muda Holo (19), asal Randa Tana, Desa Watu Wona, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat.

Sebelumnya Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Ruteng, Adrian menjelaskan kawanan napi itu kabur pada sore hari sekitar Pukul 17.00 WITA tanggal 17 Januari 2022 lalu.

“Sore itu memang sedang terjadi ada hujan lebat. Kejadian diketahui saat semua napi diperintahkan masuk ke kamar masing-masing. Setelah dicek tiga napi tidak ada dikamar. Ternyata setelah dicari keliling diketahui mereka telah kabur menaiki tembok pos belakang menggunakan tali,” terang Adrian kepada wartawan.

Kasus kaburnya tiga orang napi itu, tambah Adrian, langsung dilaporkan ke Mapolres Manggarai. Polisi kemudian mengumumkan status DPO (Daftar Pencarian Orang) kepada tiga napi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR RI menyepakati pembentukan panitia kerja untuk membahas revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Gorontalo Siap Untuk Jadi Embarkasi Haji Penuh

Gorontalo Siap Untuk Jadi Embarkasi Haji Penuh

Gorontalo siap untuk menjadi embarkasi haji penuh, didukung kesiapan fasilitas Bandara Djalaluddin Gorontalo di Isimu, Kabupaten Gorontalo, dan fasilitas asrama haji sesuai persyaratan.
Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta, Ada Ivar Jenner

Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta, Ada Ivar Jenner

Respons beragam datang dari para pemain Timnas Indonesia setelah Mauro Zijlstra diperkenalkan sebagai rekrutan Persija Jakarta. Reaksi Ivar Jenner jadi sorotan.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT