News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teknologi Bikin Layanan Dokter Gigi Lebih Transparan, Dari Reservasi hingga Cek Estimasi Biaya Perawatan

Rasa takut ke dokter gigi, antrean panjang, hingga kekhawatiran soal biaya menjadi alasan klasik yang membuat banyak orang menunda perawatan. Fenomena ini sebenarnya bukan
Selasa, 12 Mei 2026 - 23:35 WIB
Ilustrasi Teknologi Bikin Layanan Dokter Gigi Lebih Transparan, Dari Reservasi hingga Cek Estimasi Biaya Perawatan
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi masih menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia. 

Rasa takut ke dokter gigi, antrean panjang, hingga kekhawatiran soal biaya menjadi alasan klasik yang membuat banyak orang menunda perawatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kondisi tersebut, transformasi digital mulai dianggap sebagai solusi untuk membuat layanan kesehatan gigi lebih mudah diakses dan lebih efisien.

Fenomena ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara maju seperti Jepang, Inggris, hingga Amerika Serikat telah lebih dulu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pasien di klinik gigi. 

Mulai dari sistem reservasi online, rekam medis digital, konsultasi virtual, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis kesehatan gigi kini menjadi bagian dari tren global industri dental care.

Fenomena serupa mulai terlihat di Indonesia melalui transformasi lewat pengembangan aplikasi digital yang kini diklaim telah digunakan lebih dari 1,5 juta pengguna. 

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari perubahan layanan kesehatan gigi yang semakin mengarah pada kemudahan akses, efisiensi waktu, dan pengalaman pasien yang lebih nyaman.

Melansir dari Antara, founder & CEO FDC, drg. Ita Lestari, MARS mengatakan tantangan terbesar layanan kesehatan gigi selama ini bukan hanya soal akses, tetapi juga persepsi masyarakat terhadap pengalaman ke dokter gigi.

“FDC Dental Clinic lahir bukan hanya untuk memberikan layanan kesehatan gigi, tetapi juga mengubah pengalaman masyarakat ketika datang ke dokter gigi. Banyak orang merasa takut, menganggap mahal, dan prosesnya lama. Karena itu kami membangun konsep klinik yang nyaman seperti café, tim yang dilatih dengan pendekatan hospitality dan layanan prima, serta sistem digital yang membuat reservasi dan pelayanan menjadi jauh lebih praktis dan transparan,” ujar drg. Ita Lestari.

Kesadaran Periksa Gigi di Indonesia Masih Rendah

Digitalisasi layanan kesehatan gigi dinilai penting karena tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk rutin memeriksakan gigi masih tergolong rendah. 

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan RI, masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

Namun ironisnya, jumlah masyarakat yang rutin melakukan pemeriksaan gigi masih jauh lebih kecil dibanding angka kasus gangguan kesehatan gigi dan mulut. 

Faktor biaya, rasa takut ke dokter gigi, antrean panjang, hingga keterbatasan waktu menjadi beberapa alasan utama masyarakat menunda pemeriksaan.

Kondisi tersebut juga terjadi di banyak negara berkembang lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut penyakit gigi dan mulut menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum secara global dengan miliaran kasus setiap tahun.

Karena itu, pendekatan digital dianggap mampu membantu meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi. 

Melalui aplikasi digital, pasien dapat mengetahui estimasi biaya, memilih jadwal dokter, hingga melakukan reservasi tanpa harus datang langsung ke klinik.

Chief Technology Officer FDC, M. Reza Avesena menjelaskan pengembangan aplikasi dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan pelanggan yang terus meningkat.

Saat ini, layanan tersebut menangani lebih dari 60 ribu reservasi setiap bulan atau sekitar 2.000 pasien per hari. Sebelum sistem digital diterapkan, proses reservasi manual melalui chat dan call center disebut kerap menyebabkan antrean layanan pelanggan cukup panjang.

“Dulu kami adalah klinik gigi yang memiliki tim IT. Hari ini kami bertransformasi menjadi perusahaan teknologi yang fokus pada layanan kesehatan gigi. Kami banyak belajar dan melakukan benchmark dari perusahaan teknologi lain yang menempatkan customer experience sebagai prioritas utama,” kata M. Reza Avesena.

Teknologi Dinilai Mampu Pangkas Antrean dan Permudah Pasien

Pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan terbukti mampu memangkas waktu pelayanan di berbagai negara. 

Di Inggris misalnya, National Health Service (NHS) mulai memperluas sistem layanan kesehatan digital untuk mengurangi antrean pasien dan meningkatkan efisiensi administrasi kesehatan.

Konsep serupa mulai diterapkan dalam layanan kesehatan gigi di Indonesia. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah proses reservasi pasien yang kini bisa dilakukan lebih cepat melalui aplikasi.

Salah seorang dokter gigi yang terlibat dalam transformasi layanan tersebut, drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort., menjelaskan bahwa proses reservasi yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 30 menit melalui layanan manual kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik melalui aplikasi.

“Melalui aplikasi ini, proses reservasi yang sebelumnya membutuhkan waktu rata-rata sekitar 30 menit melalui layanan human agent via WhatsApp atau call center, kini dapat dilakukan hanya dalam sekitar 15–20 detik. Pelanggan dapat memilih cabang klinik terdekat, menentukan jadwal dan dokter gigi, hingga memperoleh informasi layanan dan estimasi biaya langsung melalui smartphone,” ungkap drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort.

Penggunaan teknologi juga membantu tenaga medis memberikan pelayanan yang lebih efektif dan nyaman bagi pasien.

“Inovasi teknologi yang dikembangkan turut membantu kami memberikan pelayanan yang lebih efektif, cepat, dan nyaman sehingga pasien dapat merasakan pengalaman perawatan gigi yang lebih modern dan menyenangkan,” lanjutnya.

Transformasi digital di sektor kesehatan gigi diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, terutama seiring meningkatnya penggunaan layanan kesehatan berbasis aplikasi di Indonesia. 

Selain meningkatkan efisiensi layanan, digitalisasi juga dinilai berpotensi membantu mendorong masyarakat lebih rutin menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. (udn)
 

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wajahnya Indonesia Banget, Profil Kapten Sparta Rotterdam U-21 Liam Oetoehganal Siap Dinaturalisasi Timnas?

Wajahnya Indonesia Banget, Profil Kapten Sparta Rotterdam U-21 Liam Oetoehganal Siap Dinaturalisasi Timnas?

Gelandang muda potensial berdarah Indonesia Liam Oetoehganal yang saat ini menjabat sebagai kapten utama Sparta Rotterdam U-21 disinyalir Timnas kepincut untuk
300 Gempa Susulan Guncang Venezuela usai Gempa Dahsyat M 7,5

300 Gempa Susulan Guncang Venezuela usai Gempa Dahsyat M 7,5

Venezuela masih dilanda situasi darurat setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6/2026).
Persib Lepas 4 Pemain Asing, Ini Daftarnya

Persib Lepas 4 Pemain Asing, Ini Daftarnya

Manajemen Persib Bandung bergerak cepat melakukan cuci gudang dan merampingkan komposisi legiun asingnya menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Kali -
Pemain Incaran Gagal Didapatkan, Inter Milan Ubah Rencana Transfer Musim Panas: 5 Bintang Anyar Bakal Diboyong

Pemain Incaran Gagal Didapatkan, Inter Milan Ubah Rencana Transfer Musim Panas: 5 Bintang Anyar Bakal Diboyong

Inter Milan harus menyusun ulang strategi mereka di bursa transfer musim panas usai sjumlah target yang masuk dalam daftar prioritas dipastikan gagal dibeli.
4 ABK WNI Masih Disandera Perampok Somalia, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah untuk Pembebasan

4 ABK WNI Masih Disandera Perampok Somalia, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah untuk Pembebasan

Empat anak buah kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) masih disandera perampok Somalia sejak April 2026.
Alasan Pelatih Norwegia Tak Mainkan Haaland dan Odegaard Kontra Prancis

Alasan Pelatih Norwegia Tak Mainkan Haaland dan Odegaard Kontra Prancis

Keputusan berani sekaligus kontroversial diambil oleh pelatih Timnas Norwegia Stale Solbakken dalam laga pamungkas babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026, ...

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT