Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa
- Gambar ilustrasi AI
Melalui program pendampingan yang dilakukan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), perempuan pelaku usaha ultra mikro mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Pendampingan dilakukan mulai dari teknik pengolahan hasil pala, penguatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.
Perempuan memiliki posisi penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas desa. Menurut Direktur Utama PNM, pengembangan usaha berbasis potensi lokal seperti pala di Ngada diharapkan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan di daerah.
Konsep klasterisasi usaha kini semakin banyak digunakan dalam pengembangan ekonomi pedesaan karena dianggap lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan sistem ini, masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun ekosistem usaha bersama yang saling terhubung.
Model serupa sebenarnya sudah sukses diterapkan di berbagai negara Asia. Thailand misalnya memiliki program OTOP (One Tambon One Product) yang berhasil mendorong produk desa masuk pasar ekspor. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas ekonomi lokal.
Di Indonesia, pengembangan klaster usaha berbasis komoditas unggulan mulai diterapkan di berbagai daerah. Ada desa kopi di Aceh, sentra cokelat di Sulawesi, hingga tenun di Nusa Tenggara. Kini, pala di Ngada dinilai memiliki peluang yang sama untuk berkembang menjadi produk unggulan daerah.
Pendekatan klasterisasi juga dinilai penting karena mampu menciptakan efek ekonomi yang lebih luas. Ketika produk lokal berkembang, bukan hanya petani yang mendapatkan manfaat, tetapi juga pelaku pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran.
Selain itu, perempuan desa yang sebelumnya hanya terlibat sebagai pekerja informal mulai memiliki peluang menjadi pelaku usaha mandiri dengan produk bernilai tambah.
Banyak studi menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan perempuan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga, termasuk akses pendidikan dan kesehatan anak.
Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan kini menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan di banyak negara.
Pengembangan klaster usaha pala di Ngada juga diharapkan mendukung konsep One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan ekonomi desa berbasis produk unggulan lokal yang memiliki daya saing dan nilai tambah.
Load more