News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Rabu, 3 Juni 2026 - 00:38 WIB
Ilustrasi Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Perbaikan lingkungan menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini. Perubahan iklim, berkurangnya tutupan hutan, meningkatnya polusi, hingga menurunnya kualitas ekosistem menjadi persoalan yang dirasakan hampir di semua negara. 

Berbagai laporan lingkungan global menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan alam tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu langkah sederhana namun memiliki dampak jangka panjang adalah penghijauan melalui penanaman pohon

Pohon tidak hanya berfungsi menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, tetapi juga membantu menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko banjir, menahan erosi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. 

Karena itu, berbagai gerakan penanaman pohon terus didorong sebagai bagian dari upaya memulihkan kualitas lingkungan.

Lebih dari itu, menanam pohon juga merupakan simbol investasi untuk masa depan. Manfaatnya mungkin tidak langsung dirasakan saat ini, tetapi akan tumbuh seiring waktu dan memberikan dampak bagi masyarakat dalam jangka panjang. 

Filosofi inilah yang mendorong berbagai pihak untuk terlibat dalam gerakan penghijauan sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap bumi dan lingkungan tempat hidup. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan alam.

Pohon Berperan Penting Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Penanaman pohon memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menambah ruang hijau. Dalam konteks lingkungan, pohon berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Selain itu, keberadaan pohon juga berperan dalam menjaga siklus air. Akar pohon membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan sehingga dapat mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga ketersediaan air tanah. 

Di wilayah yang rawan longsor, vegetasi yang memadai juga menjadi benteng alami yang membantu memperkuat struktur tanah.

Tidak kalah penting, pohon menjadi bagian dari rantai kehidupan berbagai makhluk hidup. Banyak spesies burung, serangga, hingga satwa liar yang bergantung pada keberadaan pepohonan untuk mencari makan maupun berkembang biak. 

Oleh karena itu, penghijauan tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga mendukung kelestarian keanekaragaman hayati.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon menjadi salah satu kontribusi nyata yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah gerakan penanaman pohon secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 27.000 pohon ditanam di 58 wilayah sebagai bagian dari upaya penghijauan kembali lingkungan dan memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Upaya memperbaiki kualitas lingkungan tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Gerakan penanaman pohon yang dilakukan secara serentak juga membawa pesan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. 

Sama seperti pohon yang membutuhkan waktu untuk tumbuh dan memberikan manfaat, upaya membangun masyarakat yang lebih sejahtera maupun lingkungan yang lebih baik juga memerlukan proses yang berkelanjutan.

Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni dimanfaatkan PT Permodalan Nasional Madani sebagai pengingat akan pentingnya nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, termasuk terhadap lingkungan hidup. 

 Semangat pemberdayaan masyarakat memiliki kesamaan dengan filosofi menanam pohon. Setiap langkah pemberdayaan pada dasarnya merupakan upaya menumbuhkan harapan yang manfaatnya tidak selalu dapat dirasakan secara instan.

Sebagaimana pohon yang ditanam hari ini membutuhkan waktu sebelum memberikan keteduhan, proses pemberdayaan masyarakat juga memerlukan kesabaran, ketulusan, dan kesinambungan. Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan ketika akar telah tumbuh kuat, manfaat yang dihasilkan akan menyebar lebih luas dan dirasakan oleh banyak orang.

Tak hanya itu, menghadirkan pelayanan yang berlandaskan keadilan sosial serta memastikan kelompok masyarakat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang juga sama pentingnya. Tantangan pembangunan ke depan memang semakin kompleks, tetapi kolaborasi dan semangat gotong royong diyakini menjadi modal penting untuk menciptakan perubahan yang lebih besar.

Pada akhirnya, upaya perbaikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. 

Pohon-pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan hasil secara langsung, tetapi kelak akan menjadi warisan berharga yang membantu menjaga kualitas lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah Kirim Pesan Keras untuk Pemburu Jabatan

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah Kirim Pesan Keras untuk Pemburu Jabatan

Dalam tulisan berjudul Istana Menghormati Marwah Ulama, Gus Miftah menyebut keputusan PBNU menggelar muktamar di Tambakberas merupakan langkah kembali ke akar sejarah NU.
Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!

Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!

Netizen soroti soal video seorang ibu dengan delapan anak di TikTok. Tak hanya itu, mereka juga menyoroti kondisi bayi bungsu yang beratnya hanya dua kilogram.
Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?

Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?

Di penghujung Senin (10/8/2026) malam, FIFA mencantumkan nama Persib Bandung dalam FIFA Ban Registration List. 
Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul

Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akhirnya muncul ke depan publik. Hal ini terjadi ketika Mojtaba Khamenei bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian, Minggu (9/8) guna membahas perkembangan situasi ekonomi, militer dan pertahanan Iran terkini.
Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem

Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya restorasi ekosistem di Indonesia.
Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Sejumlah warga korban banjir bandang di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menagih janji Gubernur Sumatra Utara (Sumut).

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Edisi pertama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday, September-Oktober 2026 mendatang.  
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT