GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Defisit APBN Kuartal I Pecahkan Rekor, Ternyata Ada Strategi yang Disiapkan

Defisit APBN kuartal I 2026 bukan sinyal krisis fiskal. Pemerintah sengaja mempercepat belanja negara sejak awal tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan efek
Senin, 15 Juni 2026 - 23:29 WIB
Defisit APBN Kuartal I Pecahkan Rekor, Ternyata Ada Strategi yang Disiapkan
Sumber :
  • tangkapan layar Youtube Bukan Kaleng-Kaleng

tvOnenews.com - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal pertama 2026 menjadi salah satu isu ekonomi yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir.

Angka defisit yang mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bahkan disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah untuk periode triwulan pertama. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai kesehatan fiskal Indonesia dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas keuangan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pemerintah memiliki pandangan berbeda. Alih-alih melihat pelebaran defisit sebagai tanda melemahnya kondisi fiskal, pemerintah justru menganggapnya sebagai konsekuensi dari perubahan strategi pengelolaan belanja negara.

Fokusnya bukan lagi menumpuk pengeluaran di akhir tahun, melainkan mempercepat realisasi belanja sejak awal tahun agar dampak ekonominya dapat dirasakan lebih lama oleh masyarakat dan dunia usaha.

Pendekatan serupa sebenarnya telah diterapkan oleh sejumlah negara maju. Amerika Serikat, misalnya, kerap mempercepat pengeluaran fiskal ketika ingin mendorong pemulihan ekonomi.

Setelah pandemi Covid-19, pemerintah AS menggelontorkan stimulus besar-besaran melalui American Rescue Plan pada awal periode fiskal sehingga aktivitas ekonomi dapat segera bergerak. 

Jepang juga dikenal menggunakan belanja pemerintah secara agresif di awal tahun anggaran untuk menjaga momentum pertumbuhan dan mendukung investasi sektor produktif. Strategi ini didasarkan pada teori multiplier effect, yakni setiap rupiah atau dolar yang dibelanjakan pemerintah dapat memicu aktivitas ekonomi berlipat ganda di sektor lainnya.

Defisit Besar Disebut Sudah Dirancang Sejak Awal

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pelebaran defisit APBN kuartal I 2026 bukanlah sebuah kecelakaan kebijakan. Dalam siniar Youtube Bukan Kaleng-Kaleng, ia menyebut kondisi tersebut memang telah dirancang sejak awal.

“Defisit kita memang melebar di kuartal satu. Itu disengaja dan by design,” kata Dony.
Ia menilai perlu ada pelurusan informasi kepada publik maupun kalangan ekonom agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah.

Menurut Dony, selama bertahun-tahun Indonesia memiliki pola belanja yang cenderung menumpuk pada November dan Desember. Akibatnya, manfaat ekonomi dari pengeluaran negara hanya terasa dalam waktu singkat.

“Dulu itu bulan November, Desember, dipusatkan belanja. Tetapi kalau dilakukan di akhir, dampak ekonominya sangat pendek dirasakan,” ujarnya.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, lanjut Dony, memilih mengubah pola tersebut dengan mempercepat realisasi belanja sejak awal tahun. Dengan demikian, proyek pembangunan, program sosial, dan kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih cepat serta memberikan efek berganda yang lebih panjang terhadap pertumbuhan ekonomi.

Untuk menggambarkan logika tersebut, Dony memberikan ilustrasi sederhana.
“Misalkan kita punya belanja seribu. Mau dipakai di awal, di tengah, atau di akhir, jumlahnya akan sama, tetap seribu. Kalau di ujung, dampaknya sangat pendek kita rasakan. Kalau dioptimalkan di awal, dampaknya akan lebih panjang. Tapi total belanjanya sama,” katanya.

Pemerintah Pastikan Defisit Tetap Dalam Koridor Aman

Meski defisit melebar, Dony menepis kekhawatiran bahwa pemerintah akan menghabiskan anggaran tanpa kendali hingga memicu lonjakan utang.

Menurutnya, sistem fiskal Indonesia memiliki pagar pengaman yang sangat jelas. APBN hanya dapat dijalankan sesuai ketentuan yang telah disetujui DPR, sementara batas defisit maksimal tetap dijaga pada level 3 persen terhadap PDB.

“Belanja kita itu ada limitnya. APBN kita ada batasnya, dan itu diputuskan atas persetujuan DPR. Jadi tidak bisa tiba-tiba pemerintah belanja suka-sukanya. Apalagi rezim fiskal kita mengenal batas, tidak boleh lebih dari 3 persen. Jadi impossible,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penerimaan negara mulai menunjukkan perbaikan pada kuartal kedua tahun ini.

“Kuartal kedua ini justru terjadi peningkatan pendapatan dari sisi pajak kita yang cukup signifikan,” ujarnya.

Karena itu, menurut Dony, melihat kondisi fiskal hanya berdasarkan angka kuartal pertama dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang utuh.

Belanja Negara Dinilai Jadi Kunci Mendorong Pertumbuhan

Dony juga menanggapi kritik yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 terlalu bergantung pada belanja pemerintah. Menurutnya, pandangan tersebut mengandung miskonsepsi dalam memahami sumber pertumbuhan ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ditopang oleh empat komponen utama, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor neto. Dari keempat komponen tersebut, pemerintah memiliki kendali paling besar pada dua instrumen, yaitu belanja negara dan penciptaan iklim investasi.

Karena itu, belanja pemerintah yang produktif justru menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan. Dony mencontohkan pembangunan jalan, bendungan, sistem irigasi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kalau kita belajar dari semua negara berkembang yang menuju negara maju, semuanya ada dominasi belanja pemerintah, itu pasti. Contohnya Cina, bagaimana dia membangun infrastruktur, membangun tol, itu kan belanja pemerintah,” ujarnya.

Bahkan, Dony menilai Indonesia relatif lebih konservatif dibanding banyak negara lain karena tetap menerapkan batas defisit yang ketat.

“Rezim fiskal kita mengenal batas atas defisit. Di negara lain tidak ada batas atas defisitnya. Kalau negara mau berkembang, dia mengutang lebih banyak, seperti kita berbisnis. Selama utang itu dipakai untuk komponen yang produktif, itu kan bagus. Seharusnya belanja pemerintahnya diperbesar lagi,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi catatan menarik di tengah perdebatan mengenai arah fiskal Indonesia. Di saat sebagian ekonom melihat defisit sebagai peringatan dini, pemerintah justru memandangnya sebagai konsekuensi dari strategi percepatan pembangunan yang dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi lebih besar sepanjang tahun. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Geledah Apartemen Jule, Temukan 4 Cartridge Vape Etomidate: 3 Sudah Habis Dipakai

Polisi Geledah Apartemen Jule, Temukan 4 Cartridge Vape Etomidate: 3 Sudah Habis Dipakai

Polisi menggeledah apartemen Jule di Cilandak dan menemukan empat cartridge vape etomidate. Tiga cartridge disebut sudah habis digunakan.
Bukan Jule yang Ditangkap Pertama, Ini Awal Polisi Menemukan Paket Vape Etomidate untuk Sang Selebgram

Bukan Jule yang Ditangkap Pertama, Ini Awal Polisi Menemukan Paket Vape Etomidate untuk Sang Selebgram

Penyidik mengikuti pergerakan paket yang ditujukan kepada Jule. Paket tersebut dikirim ke salah satu apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Sikap Tegas Liverpool soal Tawaran Bayern Munchen untuk Florian Wirtz: Maaf, Enggak Dulu

Sikap Tegas Liverpool soal Tawaran Bayern Munchen untuk Florian Wirtz: Maaf, Enggak Dulu

Liverpool belum memiliki rencana jual Florian Wirtz dalam waktu dekat. Sikap itu muncul di tengah rumor ketertarikan Bayern Munchen terhadap sang gelandang.
Bursa Transfer Liverpool: Bukan Masalah Harga, Ini Alasan The Reds Urung Datangkan Yankuba Minteh

Bursa Transfer Liverpool: Bukan Masalah Harga, Ini Alasan The Reds Urung Datangkan Yankuba Minteh

Liverpool sempat serius memburu Yankuba Minteh pada bursa transfer musim panas. Namun, transfer winger Brighton itu akhirnya tidak terwujud.
Reaksi Netizen setelah Jule Diciduk Kasus Narkoba Etomidate

Reaksi Netizen setelah Jule Diciduk Kasus Narkoba Etomidate

Akun Instagram selebgram terkenal Julia Prastini alias Jule mendadak gempar digeruduk netizen. Hal ini terjadi setelah polisi mengonfirmasi penangkapan seorang
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier 20 September 2026: Siap-Siap Peluang Besar Menghampiri

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier 20 September 2026: Siap-Siap Peluang Besar Menghampiri

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pada 20 September 2026: Siap-siap peluang besar menghampiri.

Trending

Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur soal Megawati Hangestri dan Tantangan Musim Baru

Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur soal Megawati Hangestri dan Tantangan Musim Baru

Hyundai Hillstate bersiap menghadapi V-League 2026-2027 dengan sejumlah perubahan besar, termasuk kehadiran Megawati Hangestri. Namun, pelatih Kang Sung-hyung.
Vanja Bukilic Datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, Rivalitas Makin Memanas?

Vanja Bukilic Datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, Rivalitas Makin Memanas?

Vanja Bukilic datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, rivalitas makin memanas?
Ternyata Bukan Megawati Hangestri? Target Awal Pemain Kuota Asia Incaran Hyundai Hillstate Akhirnya Terungkap

Ternyata Bukan Megawati Hangestri? Target Awal Pemain Kuota Asia Incaran Hyundai Hillstate Akhirnya Terungkap

Hyundai Hillstate ternyata memiliki rencana berbeda untuk pemain kuota Asia sebelum akhirnya merekrut Megawati Hangestri pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Di Tengah Kabar Penangkapan Jule Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Na Daehoon Pilih Quality Time Bersama Anak-anak

Di Tengah Kabar Penangkapan Jule Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Na Daehoon Pilih Quality Time Bersama Anak-anak

Di tengah beredarnya kabar penangkapan Jule atas kasus penyalahgunaan narkoba, mantan suami Jule, Na Daehoon justru menikmati kebersamaan dengan kedua putranya
Tanpa Keluar Keringat, Megawati Hangestri Pecahkan Rekor di Skuad Hyundai Hillstate V-League 2026-2027

Tanpa Keluar Keringat, Megawati Hangestri Pecahkan Rekor di Skuad Hyundai Hillstate V-League 2026-2027

Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuri perhatian publik bola voli Korea Selatan. Bintang voli asal Indonesia ini resmi mencatatkan diri sebagai pemain ... -
Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Ungkap Perlakuan Megawati Hangestri di Luar Lapangan, Jordan Wilson: Dia Sering...

Ungkap Perlakuan Megawati Hangestri di Luar Lapangan, Jordan Wilson: Dia Sering...

Pevoli andalan Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi memegang peran penting di balik proses adaptasi pemain asing asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, bersama ..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT