TAP untuk Negeri Perkuat Hunian Layak bagi Lansia di Kaltim, Atap hingga Senitasi Jadi Perhatian
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga ruang utama untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, kondisi hunian yang aman, sehat dan layak merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk memperbaiki kondisi rumah secara mandiri.
Hal itulah yang menjadi perhatian di Desa Tepian Terap, Kalimantan Timur. Melalui Program Renovasi dan Sanitasi (PONDASI), PT Etam Bersama Lestari (EBL), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membantu meningkatkan kualitas hunian warga yang membutuhkan, termasuk masyarakat lanjut usia.
Bagi ibu Nur Sifan, di usia lanjutnya saat ini, rumah menjadi penaung Utama baginya untuk berlindung sekaligus menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Namun, kondisi bangunan yang semakin menurun seiring waktu, membuatnya harus menjalani hari-hari di tengah hunian yang kurang nyaman dan aman.
Lewat program PONDASI yang dijalankan melalui TAP untuk Negeri, renovasi terhadap rumahnya dilakukan mencakup perbaikan atap, dinding, hingga lantai. Perbaikan tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga fasilitas sanitasi sehingga kebutuhan dasar penghuni dapat terpenuhi dengan lebih baik agar menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi penghuninya. Di bulan Agustus ini, rumah beliau sudah bisa ditempati denga naman dan nyaman.
Bagi orang-orang lanjut usia, hunian yang layak memiliki arti lebih dari sekadar bangunan yang berdiri kokoh. Selain memberikan perlindungan dari kondisi lingkungan dan cuaca, rumah yang aman dan nyaman dapat mendukung aktivitas sehari-hari serta memberikan rasa tenang bagi penghuninya, terutama bagi mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah melalui berbagai program perumahan nasional. Pada 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas rumah masyarakat.
Pemerintah menargetkan perbaikan 400 ribu rumah tidak layak huni menjadi rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa program peningkatan kualitas rumah masyarakat tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik bangunan. Namun juga bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program perumahan harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan Masyarakat,” ujar Menteri Ara.
Dalam konteks ini, kolaborasi di tingkat daerah menjadi penting untuk memastikan bantuan hunian dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Di Desa Tepian Terap, kehadiran PONDASI pun mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat. Marthen, Ketua RT 4 Melawai, Desa Tepian Terap, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut. Ia juga berharap manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.
“Terima kasih untuk TAP untuk Negeri, khususnya PT EBL yang telah membantu melakukan renovasi rumah yang ada di wilayah ini. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan membawa manfaat lebih banyak,” ucap Marthen.
Pada akhirnya, membangun kualitas hidup tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, perubahan dimulai dari sebuah rumah yang diperbaiki, dari keluarga yang merasa lebih aman, atau dari seorang lanjut usia yang kini dapat beristirahat dengan lebih tenang di tempat yang ia sebut rumah.
Karena merawat mereka yang telah lebih dulu menjaga keluarga dan lingkungannya bukan hanya tentang mengingat jasa mereka. Tetapi tentang memastikan bahwa di masa senja, mereka tetap memiliki tempat yang layak untuk pulang.
Melalui TAP untuk Negeri, TAP terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, karena keberadaan perusahaan seharusnya tidak hanya tumbuh bersama, tetapi juga memberikan manfaat bagi Indonesia. (rpi)
Load more