Kisah Kreator Konten Sempat Alami Pemblokiran Akun, Kini Bergeliat dengan Jutaan Pengikutnya
- Istimewa
Fajri sempat kembali menjadi karyawan tetap sebelum kontraknya habis dalam setahun, lalu beralih menjadi host siaran langsung penjualan daring selama hampir satu tahun.
Dari pekerjaan itulah ia mengenal cara kerja media sosial, hingga memutuskan berhenti total pada September 2022 dan menekuni konten sebagai profesi utama, meski penghasilannya anjlok drastis di awal.
"Saya memutuskan berhenti jadi host live pada September 2022. Waktu itu penghasilan saya sekitar Rp6 juta sampai Rp7 juta per bulan, gaji pokoknya cuma Rp2,5 juta, tapi bonus dari setiap penjualan lumayan besar. Sedangkan penghasilan pertama saya dari ngonten waktu itu sekitar Rp1,5 juta per bulan saja," ungkap Fajri.
"Waktu itu saya memang suka main Free Fire dan cuma Free Fire yang bisa saya mainkan di HP saya karena terhalang device yang tidak terlalu memadai untuk gim berat lainnya," sambungnya.
Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap demi konten sempat ditolak keluarganya di Sei Cubadak dan Bukittinggi.
"Dulu sempat ditentang karena keluarga saya dari kampung dan mereka tidak memahami cara media sosial bekerja. Tapi pelan-pelan saya membuktikan, dan akhirnya pelan-pelan keluarga mulai memahami, sekarang sudah mendukung penuh," ujarnya.
Kepada kreator pemula yang menggantungkan hidup pada satu akun, Fajri berpesan agar tidak mengulang kesalahan yang ia alami tiga kali.
"Jangan menggantungkan seluruh penghasilan pada satu akun atau satu platform. Bangun audiens yang bisa anda jangkau secara lebih langsung, misalnya melalui email, komunitas, atau kanal lain, dan simpan arsip konten serta data penting anda. Anggap akun platform sebagai aset bisnis yang bisa berubah sewaktu-waktu, bukan sesuatu yang sepenuhnya berada dalam kendali anda," pungkasnya.(raa)
Load more