Pendekar 08 Ikut Ambil Peran Bantua Pemulihan Warga Terdampak Gempa Bumi di NTT
- Istimewa
NTT, tvOnenews.com - Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu turut memenatik aksi kemanusiaan dari berbagai kelompok masyarakat.
Tak terkecuali, Pendekar 08 yang turut ambil peran menyalurkan bantuan dan mendampingi warga semasa proses pemulihan pasca bencana di Kecamatan Kuwus Barat, Manggarai Barat.
Camat Kuwus Barat Francis Kusudukis mengapresiasi relawan Pendekar 08 yang datang langsung menemui dan mendampingi masyarakat. Menurut dia, kehadiran para relawan serta bantuan yang disalurkan memberikan semangat baru bagi warga di tengah proses pemulihan.
“Kami atas nama pemerintah, baik masyarakat, apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu, luar biasa dari trauma healing, bantuan, lihat mama-mama sekarang sudah gembira dengan kehadiran Bapak,” ujar Francis, Kamis (3/9/2026).
Francis menjelaskan sebanyak 826 rumah di Kecamatan Kuwus Barat mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.
Gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum dan bangunan masyarakat.
Kantor Kecamatan Kuwus Barat dilaporkan mengalami kerusakan total. Sejumlah rumah adat di wilayah tersebut juga turut terdampak.
Di Dusun Ndaung, Desa Compang Kolang, sedikitnya 21 rumah mengalami kerusakan berat. Warga yang rumahnya tidak lagi dapat dihuni terpaksa bertahan di luar rumah dengan perlindungan seadanya menggunakan terpal.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan layak menjadi semakin mendesak, terlebih musim hujan akan segera tiba.
“Harapan masyarakat terkait dengan rumah yang rusak berat, yang tidak bisa dihuni, dia hanya dapat bantuan kalau bisa karena nginap di luar seperti ini, hanya tinggal di terpal, maka diharapkan bisa dibantu untuk dibangunkan rumah, karena mereka tidak bisa masuk rumah maka dia harus buat kemah di luar, apalagi sebentar lagi musim hujan,” katanya.
Salah seorang warga terdampak, Vincenius Salisman, bersyukur dirinya bersama istri dan kedua anaknya selamat dari gempa. Ketika guncangan terjadi dan bagian rumahnya mulai runtuh, Vincenius segera membawa keluarganya keluar untuk menyelamatkan diri.
Di tengah kondisi yang dihadapi keluarganya, Vincenius mengaku terharu karena berbagai pihak datang memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Jadi untuk sekarang saja saya sangat bersyukur karena ada berbagai pihak yang membuka mata untuk bisa membantu kami. Ada yang berupa beras, mie, tikar, lalu yang saya sendiri sangat merasa bersyukur, sangat luar biasa seperti yang terjadi sekarang,” ujar Vincenius.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan Pendekar 08 yang datang langsung menjumpai masyarakat di lokasi terdampak.
“Jadi untuk rombongan ini saya mengucapkan terima kasih banyak, atas bantuan Tuhan yang terbungkus kepada saya, terima kasih,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan warga lainnya, Emiliano Sutapia.
Menurut dia, perhatian dan bantuan yang diberikan Pendekar 08 sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak gempa.
“Kesannya ya kami berterima kasih kepada Pendekar 08, semoga Tuhan selalu memberkati kita semua.” ujar Emiliano.
Emiliano mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini masih didominasi bahan pangan, terutama beras dan kebutuhan makanan sehari-hari. Tenda juga sangat dibutuhkan untuk melindungi warga yang masih harus tinggal di luar rumah selama masa darurat.
“Untuk sementara bantuan yang paling dibutuhkan ya makan makanan itu ya, sama tenda untuk warga mengungsi,” tukasnya.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Pendekar 08 menyalurkan bantuan yang mencakup kebutuhan tempat berlindung, bahan pangan, keperluan keluarga dan anak-anak, serta perlengkapan kebersihan.(raa)
Load more