Perkuat Wawasan Kebangsaan, Bappisus Gelar Kegiatan MASTAMA Bagi Mahasiswa
- Istimewa
Karena itu, ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus perlu diterjemahkan menjadi kemampuan membaca persoalan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Indonesia maju tidak dibangun hanya oleh orang-orang yang berada di pusat kekuasaan, tetapi juga oleh jutaan anak muda yang memilih untuk menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV UMJ, Septa Chandra menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan berkomunikasi, tanggung jawab, dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.
Menurutnya semangat 'Pemuda Berdaulat, Indonesia Maju' perlu diwujudkan melalui budaya akademik yang sehat, keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan berdialog, serta kesiapan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Bappisus Kembali mengajak seluruh peserta untuk ikut mensosialisasikan Gerakan Nasional Jempol Baik di depan ribuan mahasiswa baru UMJ.
Gerakan ini merupakan ajakan untuk membangun budaya digital yang sehat dengan menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia mengajak mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna ruang digital, tetapi turut membangun ekosistem informasi yang positif dengan memilih, mendukung, dan menyebarkan konten yang benar, edukatif, inspiratif, serta bermanfaat bagi masyarakat.
“Jempol kita kelihatannya kecil, tetapi dampaknya bisa besar. Satu unggahan dapat menyebarkan informasi, satu komentar dapat memengaruhi orang lain. Karena itu, sebelum menggunakan jempol, gunakan juga pikiran dan hati. Pastikan yang kita dukung dan sebarkan adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat,” ujar Aris.(raa)
Load more