Bukan Lagi Ekspor Bahan Mentah, Hilirisasi Mineral Bikin Nilai Bauksit Melonjak dari US$40 Jadi US$3.200
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Hilirisasi Bukan Sekadar Menaikkan Harga Komoditas
Nilai tambah menjadi salah satu alasan utama mengapa hilirisasi dipandang sebagai bagian dari transformasi ekonomi.
Ketika pengolahan berlangsung di dalam negeri, aktivitas ekonomi tidak hanya berada di lokasi tambang, tetapi dapat meluas ke kawasan industri, transportasi, energi, jasa, manufaktur, teknologi dan perdagangan. Hilirisasi dapat memperbesar kontribusi sektor pertambangan terhadap transformasi ekonomi nasional.
“Penguatan hilirisasi menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus memperbesar kontribusi sektor pertambangan terhadap transformasi ekonomi nasional,” ujar Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman.
Menurut Rizal, manfaat hilirisasi tidak berhenti pada peningkatan nilai ekonomi komoditas. Kebijakan tersebut juga dapat memperluas penerimaan negara, menarik investasi, memperkuat industri manufaktur, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Pandangan tersebut sejalan dengan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto. Ia menyebut hilirisasi sebagai bagian dari agenda strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.
“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit, hingga batu bara,” ujarnya.
Namun, peningkatan nilai tersebut membutuhkan investasi besar, teknologi, energi, infrastruktur, kepastian regulasi, serta kemampuan industri domestik. Tantangan lain juga mencakup ketergantungan pada teknologi asing dan ketersediaan bahan baku maupun energi.
Karena itu, hilirisasi pada akhirnya bukan sekadar menghentikan ekspor bahan mentah. Tantangan terbesarnya adalah memastikan semakin banyak tahapan penciptaan nilai berlangsung di Indonesia.
Dari bauksit US$40 menuju aluminium US$3.200, yang dipertaruhkan bukan hanya selisih harga komoditas, tetapi seberapa besar rantai industri, teknologi, investasi dan aktivitas ekonomi yang berhasil dibangun di dalam negeri. (udn)
Load more