Sampah Belum Terkelola dengan Baik, Mengapa Edukasi 3R Sejak Anak-anak Penting?
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Edukasi Lingkungan Perlu Melibatkan Komunitas dan Generasi Muda
Pendidikan lingkungan dapat dikembangkan melalui keluarga, sekolah, dan kegiatan berbasis masyarakat. Pendekatan komunitas memungkinkan materi pengelolaan sampah disampaikan sesuai kondisi yang dijumpai warga sehari-hari.
Keterlibatan mahasiswa juga dapat memperluas jangkauan edukasi. Mereka dapat membantu menyampaikan informasi, menyelenggarakan aktivitas pembelajaran, serta mengajak anak-anak mempraktikkan kebiasaan mengurangi sampah.
Agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, program semacam ini perlu disertai tindak lanjut dan evaluasi sederhana, misalnya melihat apakah kebiasaan memilah sampah terus dilakukan setelah kegiatan selesai.
Salah satu kegiatan yang mengangkat pendekatan tersebut berlangsung di Kampung Pemulung Andara. Program edukasi 3R ini melibatkan anak-anak setempat dan puluhan mahasiswa dari Universitas Pancasila, UIN, serta Universitas Gunadarma.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Kolektif Dialektika (Ruang Setara) dan Bostan Group, Luthfie Bilhaque Khusairy, dan Wildan Humaidi Muny. Pembelajaran 3R diharapkan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran sosial.
“Melalui kolaborasi Bostan Group dan Kolektif Dialektika dalam edukasi 3R bersama anak-anak Kampung Pemulung Andara, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi dan membangun masa depan yang lebih baik merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Direktur Utama Bostan Group, M. Sutan HS.
Kegiatan ini menjadi contoh upaya memperkenalkan prinsip pengelolaan sampah kepada anak-anak melalui kolaborasi komunitas, dunia usaha, dan mahasiswa. Namun, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada penerapan kebiasaan setelah kegiatan berakhir serta dukungan sarana pengelolaan sampah di lingkungan setempat.
Kegiatan di Kampung Pemulung Andara yang didukung M. Sutan HS bersama Bostan Group dan Kolektif Dialektika menjadi salah satu contoh pengenalan prinsip tersebut. Pada akhirnya, inti edukasi 3R bukan sekadar mengajarkan anak-anak membuang sampah pada tempatnya.
Tujuannya adalah membangun pemahaman bahwa sampah dapat dikurangi sejak awal, barang yang masih layak tidak harus langsung dibuang, dan material tertentu bisa dimanfaatkan kembali.
Agar perubahan benar-benar terasa, pendidikan lingkungan perlu diterapkan secara konsisten di rumah, sekolah, dan masyarakat, serta didukung sistem pengumpulan dan pengolahan sampah yang berjalan baik. (udn)
Load more