Bencana Aceh 2025 Berdampak Pada Pertanian, Pemkab Aceh Selatan Pulihkan Irigasi Agar Panen Kembali Lancar
- Istimewa
tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan merehabilitasi jaringan irigasi di empat kecamatan, yakni Labuhan Haji, Meukek, Sawang, dan Kluet.
Banjir yang melanda Aceh pada November dan Desember 2025 merusak lahan persawahan di sejumlah wilayah Aceh Selatan.
Dampak tersebut dirasakan betul oleh para petani pada hasil pertanian mereka. Frekuensi panen yang sebelumnya dapat mencapai empat hingga lima kali dalam setahun kini turun menjadi dua kali.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini melakukan pemulihan jaringan irigasi untuk membantu petani kembali mengoptimalkan lahan mereka.
Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan rehabilitasi tersebut mencakup jaringan irigasi sepanjang 2.300 meter dengan anggaran Rp5,8 miliar dari Transfer ke Daerah (TKD).
Ia menyampaikan perkembangan pekerjaan saat mengunjungi proyek irigasi di Gampong Trieng Meuduro Baroh, Kecamatan Sawang.
“Pada saat banjir di Bulan November dan Desember, itu habis semua lahan sawah yang terdampak,” ujar Skar beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, penurunan frekuensi panen menjadi salah satu persoalan yang ingin diatasi melalui pemulihan jaringan irigasi.
Pemerintah daerah menargetkan kondisi pertanian dapat berangsur pulih sehingga petani kembali memiliki kesempatan panen lebih sering.
“Sekarang panen menurun, setahun dua kali. Ini kami target kembalikan sampai lima kali,” katanya.
Pekerjaan telah dimulai sejak Mei 2026 dengan durasi kontrak empat hingga enam bulan, bergantung pada kondisi di lapangan.
Skar mengatakan, sebagian proyek ditargetkan selesai pada November, sementara lainnya pada Desember.
Pihaknya berupaya menyelesaikan seluruh pekerjaan pada 20 Desember 2026 agar realisasi anggaran TKD dapat dilakukan sebelum batas waktu penarikan berakhir.
Namun, percepatan pembangunan menghadapi tantangan berupa masuknya musim hujan. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan, terutama dalam pekerjaan yang menggunakan beton dan membutuhkan pengendalian mutu.
Menurut Skar, pihaknya menyiasati kondisi cuaca dengan memperhatikan kualitas beton dan menggunakan bahan tambahan untuk membantu mempercepat proses pengeringan. Salah satu produk yang disebut digunakan adalah Sika.
“Kami menggunakan bahan tambahan atau perekat tertentu agar proses pengeringan beton bisa lebih cepat, karena saat ini sudah memasuki musim penghujan,” katanya.
Penyelesaian jaringan irigasi menjadi salah satu tahapan dalam upaya memulihkan aktivitas pertanian setelah bencana.
Bagi petani yang lahannya terdampak banjir, pemulihan tersebut diharapkan mendukung kembali pengelolaan sawah dan meningkatkan peluang panen.
Meski progres pekerjaan telah melampaui separuh jalan, target mengembalikan frekuensi panen hingga lima kali setahun masih memerlukan proses.
Penyelesaian infrastruktur menjadi bagian dari upaya itu, sementara hasilnya akan bergantung pada kondisi lahan dan kemampuan petani kembali menjalankan kegiatan pertanian.
Dinas PUPR Aceh Selatan kini berpacu menyelesaikan rehabilitasi sesuai jadwal. Di tengah tantangan cuaca, target penyelesaian pada Desember menjadi langkah penting agar jaringan irigasi dapat segera mendukung pemulihan pertanian masyarakat. (muu)
Load more