Terungkap! Istri ABK KM Sanjaya 86 Mengetahui Suaminya Alami Musibah dari Medsos, Bukan dari Perusahaan
- tvOne - aris wiyanto
Sementara, saat dirinya mendatangi pihak perusahaan, lalu pihak perusahaan menyampaikan bahwa kapal yang ditumpangi suaminya dalam keadaan bocor di perairan dan mengalami hilang kontak.
Kemudian, pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa telah menggerakkan KM Sanjaya 18 dan KM Sanjaya 98 dan juga meminta pertolongan kepada Basarnas Bali untuk menemukan kapal KM Sanjaya 86.
"Dari perusahaan mereka berkata katanya kapalnya itu mengalami kebocoran di sampingnya dan mengalami hilang kontak. Pada waktu itu mereka sempat minta tolong disuruhnya kapal 18 sama 98 disuruh membantu (pencarian) kapal 86. Habis itu (meminta) Basarnas membantu," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa dirinya dalam perasaan takut dan khawatir karena hingga saat ini belum ditemukan kapal KM Sanjaya 86. Dan berharap pihak perusahaan segera menemukan KM Sanjaya 86.
"Perasaan saya takut apalagi sama keluarga di kampung belum tau kejadiannya seperti apa. Masih bingung kejadiannya apalagi belum tanda-tanda menemukan puing-puing.
"Untuk perusahaan, kapal Sanjaya 86 saya berharap segera ditemukan dan minta tolong secepatnya karena ini sudah melebihi satu Minggu. Tapi belum ada tanda-tanda ditemukan dan untuk ABK semoga dalam keadaan selamat dan sehat sampai tujuan," ujarnya.
Sebelumnya, Tim SAR Bali menghentikan pencarian Kapal Motor (KM) Sanjaya 86 karena hingga saat ini kapal nelayan yang mengangkut 16 orang itu belum juga ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya mengatakan, mengingat sudah memasuki hari ke 10 maka Basarnas Bali menghentikan pemantauan.
"Apabila nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal, dapat memungkinkan untuk kembali melaksanakan pemantauan," kata Sidikarya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/8).
Ia menerangkan, KM Sanjaya 86 yang dikabarkan hilang kontak di Perairan Selatan Bali dan sampai saat ini belum ditemukan. Basarnas Bali menghentikan pemantauan karena sampai dengan saat ini tidak ada terlihat tanda-tanda keberadaannya.
Selain itu, tercatat pula bahwa kapal membawa 16 orang, diantaranya 1 nakhoda, 1 kepala kamar mesin, 1 mualim, 1 masinis dan 12 kelasi. Kapal bergerak dari Pelabuhan Benoa hendak menuju fishing ground atau zona penangkapan ikan.
Kemudian, Basarnas Bali menerima laporan awal pada tanggal 22 Juli 2023 dari agen kapal, PT Sentral Benoa Utama melalui pesan singkat.
Load more