News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemadaman Manual Tanpa Water Bombing Gunung Agung Terkendali, Waspada Titik Api Baru

Kebakaran di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, sudah mulai teratasi dengan melakukan pemadaman manual oleh tim gabungan sejak kebakaran terjadi
Rabu, 4 Oktober 2023 - 09:54 WIB
Pemadaman Kebakaran Gunung Agung Sudah Terkendali
Sumber :
  • tim tvone - aris wiyanto

Karangasem, tvOnenews.com - Kebakaran di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, sudah mulai teratasi dengan melakukan pemadaman manual oleh tim gabungan sejak kebakaran terjadi pada Rabu (27/9) lalu.

Namun, masih ditemukan satu titik api baru di daerah lereng Gunung Agung, di kawasan Desa Dukuh, Kecamatan Kubuh, Kabupaten Karangasem, Bali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah dikendalikan tapi masih ada titik api. Ada titik api baru di daerah Desa Dukuh. Di daerah situ aja. Iya, di sana aja muncul satu. Cuma dia masih jauh, tadi saya naik ke atas sana, masih jauh di lembah," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Putu Eka Tirtana, saat dikonfirmasi. 

Ia menyebutkan, bahwa kemarin sejumlah titik api di lereng Gunung Agung sudah berhasil dipadamkan seluruhnya. Namun, karena masih kencangnya angin kembali terjadi titik api baru.

"Padam semua kemarin. (Tapi) gini, karena masih ada angin, masih ada bara-bara itu. Kayak kemarin itu, berhasil dipadamkan, nanti malam muncul lagi. Jadi kita tidak bisa memastikan. Kayak tadi kami tinggalkan, sudah padam. Mudah-mudahan sih terus, tapi angin sih bertiup kencang di sana," jelasnya.

Sementara, pihaknya juga mengklarifikasi bahwa luas lahan yang terbakar di lereng Gunung Agung bukan 520 hektar tapi sekitar 400 hektar.

"Yang 520 hektar itu ada kesalahan perhitungan. Harusnya 400 hektar. Tapi kemungkinan hari ini bertambah. Nggak tau (bertambahnya berapa) karena masih dihitung. Hitungnya kan hanya perkiraan, kita tidak pakai hitungan angka soalnya," jelasnya.

Sementara, untuk pemadaman di lereng Gunung Agung petugas gabungan menggunakan cara manual dengan alat seadanya.

"Pakai manual. Pakai ranting pohon yang ada daun yang masih hijau. Pakai cangkul, cangkang, sekop, alat-alat manual gitu, dan dikubur apinya," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, kebakaran yang terjadi pada kemarin sudah mendekati lahan produktif warga, tetapi dengan upaya dilakukan tidak sampai ke lahan produktif. 

"Sudah mendekati. Tapi tetap berusaha kita kendalikan, di daerah Dusun Belong, Munduk dan Bukit Anyar. Kemudian di Dusun Bantas juga sudah," ujarnya.

Namun, kebakaran yang mendekati tersebut bukan ke pemukiman warga tetapi di kawasan hutan yang dikelola oleh warga setempat, dan untuk di lahan perkebunan warga masih jauh dari kebakaran.

"Kalau perkebunan jagung itu masih jauh. Hanya mendekati jaraknya sekitar satu kiloan," jelasnya.

Sementara, terkait kerugian pihaknya belum mengetahui akibat kebakaran tersebut tetapi memang ada tanaman-tanaman di kawasan hutan yang terbakar.

"(Kalau kerugian) belum. Kalau kerugian kita tidak tahu, tanaman apa saja yang ditanami kehutanan. Hanya saja dari kehutanan bilangnya ada pinus, kayu putih, pohon nyam," ujarnya.

Sementara, saat ditanya apakah tidak bisa pemadaman dilakukan dengan menggunakan helikopter water bombing seperti di Gunung Bromo, Jawa Timur, pihaknya mengaku bahwa hal itu tidak bisa karena di tahun 2012 dulu pernah dicoba pakai helikopter tetapi mengalami turbulensi.

"Belum bisa, karena 2012 pernah dicoba pakai heli, cuma ditakutkan turbulensi karena Gunung Agung tipenya beda. Itu kata teman-teman yang ikut di tahun 2012. Turbulensi itu, karena anginnya itu. Di gunung itu kan berputar anginnya dan membahayakan. Lain kalau di Bromo kan datar. Tapi itu kata teman-teman, pastinya saya belum tau," ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Made Rentin mengatakan, bahwa pada pagi tadi masih ditemukan satu titik api di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali.

Rentin mengatakan, pada Sabtu (30/9) sekitar pukul 08:36 WITA informasi perkembangan kebakaran di hutan di lereng Gunung Agung, berdasarkan informasi dari Babinsa Kecamatan Kubu, Karangasem, masih ditemukan satu titik api.

"Masih terlihat satu titik asap di lereng Gunung Agung di wilayah Juntal Kaja, pantauan dari Pasir Bumi Mandiri Kubu," kata Rentin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/9).

Ia juga menyebutkan, bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karangasem akan menuju ke Dusun Juntal, Desa Kubu, dan ke Dusun Belong, Desa Ban, Kacamata Kubu untuk melakukan pemantauan hal lain.

"Akan kami infokan kembali jika ada update informasi di lapangan," ujarnya.

Sementara, dikonfirmasi berbeda Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Putu Eka Tirtana mengatakan bahwa pada sore ini atau sekitar pukul 18.20 WITA masih ditemukan lima sampai tujuh titik api di kawasan lereng Gunung Agung.

"Sampai saat ini yang teramati antara lima sampai tujuh titik api," kata Eka.

Eka juga menyebutkan, untuk luas lahan yang terbakar hingga saat ini sudah lebih dari 500 hektar. 
"Sudah ratusan hektar ini, sudah lebih dari 500 hektar," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, untuk kerugian belum bisa diketahui dan untuk kebakaran lahan tersebut masih jauh dari lahan produktif dan pemukiman warga.

"Kalau lahan pertanian dan pemukiman masih jauh, tadi titik terendah masih di 1000 mdpl. Kerugian belum terhitung sampai saat ini, karena belum bisa menghitung seluruh dampaknya," ujarnya. (awt/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Siapkan SDM Industrialisasi, Kampus Diminta Cetak Talenta untuk Pengembangan Mobil Nasional

Prabowo Siapkan SDM Industrialisasi, Kampus Diminta Cetak Talenta untuk Pengembangan Mobil Nasional

Presiden Prabowo Subianto mulai mengarahkan fokus pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan industri strategis nasional. 
Penanganan Kasus RSUD Bukittinggi Diminta Transparan, Jamwas Didorong Lakukan Pengawasan

Penanganan Kasus RSUD Bukittinggi Diminta Transparan, Jamwas Didorong Lakukan Pengawasan

Jamwas Kejaksaan Agung RI diminta melakukan pengawasan terhadap perkembangan penanganan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Kota Bukittinggi.
5 Zodiak Paling Beruntung dalam Cinta Besok 26 Juni 2026: Cancer Menarik Perhatian, Pisces Hubungan Makin Hangat

5 Zodiak Paling Beruntung dalam Cinta Besok 26 Juni 2026: Cancer Menarik Perhatian, Pisces Hubungan Makin Hangat

5 zodiak paling beruntung dalam cinta besok, 26 Juni 2026: Cancer makin didekati, Pisces nikmati hubungan yang hangat, dan Scorpio mulai menemukan kejelasan.
APPI Klaim Rp12.63 Miliar Hak Pemain Belum Cair Jelang Musim 2026-2027

APPI Klaim Rp12.63 Miliar Hak Pemain Belum Cair Jelang Musim 2026-2027

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengungkap masih terdapat tunggakan hak-hak kontraktual pemain dengan nilai fantastis yang terjadi hingga berakhirnya Liga Indonesia musim kompetisi 2025-2026.
Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 164 Jiwa, Proses Evakuasi Terus Dipacu

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 164 Jiwa, Proses Evakuasi Terus Dipacu

Upaya penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan di Venezuela menyusul bencana gempa bumi ganda yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (24/6). 
Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto Nyatakan Siap Penuhi Panggilan Polisi

Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto Nyatakan Siap Penuhi Panggilan Polisi

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tyo Ardianto angkat bicara setelah dirinya dilaporkan ke polisi terkait pernyataan kritiknya terhadap pemerintah. 

Trending

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 26 Juni 2026 diprediksi membawa energi positif dalam sektor keuangan bagi sejumlah zodiak. Berikut 6 zodiak yang paling bercuan deras di hari tersebut.
Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Ramalan keuangan shio 26 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang dapat rezeki di penghujung pekan dan siapa yang harus tahan diri dulu!
Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Taufik Hidayat yang kini ditahan Polda Jabar, ternyata punya kemampuan dalam ucapannya. Bisa meyakinkan orang, itu diungkap mantan istri Taufik.
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan keuangan zodiak 26 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Jumat berkah ini, siapa yang paling untung dan siapa yang harus hati-hati?
Kelakuan Masa Kecil Taufik Hidayat Diungkap Kepala Desa, Sebut Sudah Menunjukkan Tanda-Tanda Kenakalan

Kelakuan Masa Kecil Taufik Hidayat Diungkap Kepala Desa, Sebut Sudah Menunjukkan Tanda-Tanda Kenakalan

Kelakuan masa kecil Taufik Hidayat diungkap Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, sebut pelaku sudah menunjukkan tanda-tanda kenakalan.
Ditolak Sebagai Justice Collaborator, Komisi XIII DPR Nilai Sony Sanjaya Tak Layak Dilindungi LPSK

Ditolak Sebagai Justice Collaborator, Komisi XIII DPR Nilai Sony Sanjaya Tak Layak Dilindungi LPSK

Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso sorot status hukum mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya
Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate ternyata sudah menciptakan dampak besar meski sang pemain belum main satu laga pun. Legenda klub beri reaksi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT