News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

HUT Gerindra di Bali, Prabowo Tanya Pendukungnya Dikasih Nilai Berapa Saat Debat Capres

Capres Prabowo Subianto sempat menanyakan kepada para pendukung dan para kader Partai Gerindra yang datang, dirinya mendapat nilai berapa dalam debat terakhir
Selasa, 6 Februari 2024 - 18:46 WIB
Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto saat menghadiri Perayaan HUT Partai Gerindra ke-16 yang digelar di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Selasa (6/2).
Sumber :
  • aris wiyanto

Denpasar, tvOnenews.com - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto sempat menanyakan kepada para pendukung dan para kader Partai Gerindra yang datang, dirinya mendapat nilai berapa dalam debat terakhir atau debat kelima capres waktu lalu.

Awalnya, capres Prabowo Subianto di tengah sambutan Perayaan HUT Partai Gerindra ke-16 yang digelar di Sanur, Kota Denpasar, pada Selasa (6/2) menanyakan kepada panitia acara diberi waktu berapa menit untuk sambutan, karena dirinya mengaku masih terbawa suasana debat capres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Panitia saya diberi waktu berapa? Oh ini acara Gerindra sendiri yah. Jadi suka-suka saya kalau begitu. Ini masih mental debat, bicara bangsa hanya dikasih empat menit. Jadi kita heee, bagus juga, bagus juga, sorry yee," kata Prabowo, disambut teriakan para pendukungnya yang bergemuruh.

Kemudian, Prabowo menanyakan kepada para pendukungnya yang datang apakah nonton debat terakhir capres dan dijawab nonton dengan serentak oleh pendukungnya. Lalu, Prabowo mengatakan bahwa dalam debat dirinya dapat nilai berapa, dan kembali dijawab 100 dengan bergemuruh.

"Nonton nggak debat berapa hari lalu? Kali ini kira-kira nilai saya berapa?," tanyanya, dan dijawab seratus oleh para pendukungnya dengan bergemuruh,"Seratus," teriaknya.

Prabowo menyatakan, bahwa dalam perhelatan Pilpres 2024 dirinya meminta kepada seluruh pendukungnya harus rukun dan harus baik. Kalau ada yang mengejek, menghina, maupun memifitnah disenyumin saja.

"Pokoknya kita harus rukun, kita harus baik, diapapun, diejek, dihina, difitnah, kita senyum saja. Kita senyum saja saudara-saudara, itikad kita baik, kehendak kita baik, dan saya percaya semua partai kehendaknya baik, saya percaya itu," ujarnya.

"Yang penting, dan ini saya ingatkan juga tadi De Gadjah (Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya) juga sudah ngomong, semua pemimpin yang muncul dari Gerindra harus selalu ingat mengabdi dan berbakti kepada rakyat Indonesia. Itu kehormatan seorang pemimpin, mengabdi, berbakti, berkorban, bila perlu jiwa dan raganya kita berikan untuk rakyat Indonesia," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan, bila diberi karunia tuhan dengan diberi rejeki, kebaikan, harta, itu adalah untuk membantu orang lain yang lebih susah dan menurutnya tidak ada yang lebih sedih bila ada yang makan enak padahal di sekelilingnya ada orang yang tidak bisa makan.

"Dan tidak ada yang lebih sedih dari kita, makan enak padahal di sekeliling kita orangnya tidak makan, tidak ada yang lebih sedih dari itu. Kita harus meyakinkan, dan harus berjuang tidak ada orang lapar lagi di bumi Indonesia ini, karena itu salah satu kebahagian saya," ujarnya.

"Bahwa saya kalau saya diberi kesempatan oleh yang maha kuasa, berdiri di depan rakyat Indonesia dan menggagas makan siang untuk seluruh anak-anak Indonesia itu kehormatan bagi saya. Itulah yang saya ingin wujudkan, karena itulah saya maju di depan rakyat indonesia, saya minta mandat dari rakyat Indonesia," jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa dirinya dari dulu dituduh yang aneh-aneh dan dibilang akan melakukan kudeta dan saat ini pihaknya akan membuktikan akan membela rakyat Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saudara-saudara sekalian dari dulu Prabowo dituduh ini dituduh itu. Dulu saya dibilang mau kudeta karena pasukan saya paling banyak. Tapi saya buktikan kepada rakyat, saya prajurit Sapta Marga, saya bersumpah membelai rakyat, tidak mungkin saya melanggar sumpah saya sendiri," ujarnya.

"Walaupun saya difitnah, saya diberhentikan dari tentara saya siap laksanakan. Karena, saya sebagai prajurit, jangankan pangkat, jabatan, tangan saya ambil, jiwa saya ambil untuk rakyat Indonesia," ujarnya. (awt/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenal Aplikasi Imah Aing, Terobosan Baru KDM agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Mengenal Aplikasi Imah Aing, Terobosan Baru KDM agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Dedi Mulyadi mengatakan digitalisasi pengajuan bantuan diperlukan untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi dalam penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu)
Erwin Beberkan Perkembangan Soal Kasus Pelecehan Seksual di UI: Akan Dilakukan Investigasi

Erwin Beberkan Perkembangan Soal Kasus Pelecehan Seksual di UI: Akan Dilakukan Investigasi

Buntut kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Kini UI melakukan investigasi
Meski Rumahnya Terancam Digusur, Ibu Ini Justru Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah Berkat Bantuan Dedi Mulyadi

Meski Rumahnya Terancam Digusur, Ibu Ini Justru Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah Berkat Bantuan Dedi Mulyadi

Kisah haru Ceu Nining, penjual kopi di gubuk liar yang terancam digusur, namun bersyukur karena anaknya bisa tetap kuliah berkat bantuan Dedi Mulyadi.
Bareskrim Ceritakan Cara Ki Bedil Jual Senpi Ilegal: Harganya Sekitar Rp15-20 Juta

Bareskrim Ceritakan Cara Ki Bedil Jual Senpi Ilegal: Harganya Sekitar Rp15-20 Juta

Bareskrim Polri ceritakan tentang Tatang Sutardin alias Ki Bedil menjual senjata api (senpi) ilegal hasil rakitannya melalui media sosial. Senpi itu, menurut
Pantas KDM Cabut Izin SMK IDN Bogor, Ternyata Pihak Sekolah Tidak Mengurus Perizinan Selama 4 Tahun

Pantas KDM Cabut Izin SMK IDN Bogor, Ternyata Pihak Sekolah Tidak Mengurus Perizinan Selama 4 Tahun

Komisi V DPRD Jawa Barat menyayangkan pihak SMK IDN Bogor tidak mengurus perizinan selama kurang lebih empat tahun hingga berimbas terhadap nasib para siswa....
Viral, Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, Pupung Ceritakan Kronologinya

Viral, Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, Pupung Ceritakan Kronologinya

Viral di media sosial terkait anggota Satpol PP Kota Bogor mengaku SK pengangkatannya digadai atasan ke bank hingga menunggak cicilan. Akibatnya tunjangan bulan

Trending

Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis

Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis

Penjagaan Jembatan Cirahong dihentikan Dedi Mulyadi picu protes kades. Terungkap potensi penghasilan warga dari pungutan bisa capai puluhan juta per bulan.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

​​​​​​​Sahara akui khilaf di depan Dedi Mulyadi usai sebut Yai Mim ‘dugong’. Ia menyebut ucapannya sangat salah dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, BEM UI Angkat Bicara

Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, BEM UI Angkat Bicara

Buntut kasus dugaan pelecehan seksual di grup chat mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UI, membuat  Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shun Imawan angkat bicara. Bahkan BEM
Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Baru-baru ini mencuat di media sosial terkait video detik-detik dua mahasiswa UI yang diduga pelaku pelecehan seksual diarak massa. Bahkan beredar kabar terkait
Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

​​​​​​​Dedi Mulyadi ungkap kisah haru kepsek dari Bekasi yang sempat marah di pos satpam. Di balik emosinya, tersimpan perjuangan panjang dan beban hidup berat.
Dean James Akhirnya Buka-bukaan Soal Skandal Paspor Indonesia di Belanda: Saya Dinonaktifkan dan ...

Dean James Akhirnya Buka-bukaan Soal Skandal Paspor Indonesia di Belanda: Saya Dinonaktifkan dan ...

Bek andalan Go Ahead Eagles Dean James akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat terjerat polemik administratif bertajuk “Passportgate”, pemain Timnas Indone-
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT