GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Pahit di Balik 18 Tahun Membangun Digital Agency

Dari luar, industri digital agency terlihat gemerlap. Kantor modern, klien besar, revenue miliaran. Tapi di balik itu, ada cerita yang jarang diangkat ke permukaan.
Minggu, 8 Maret 2026 - 19:17 WIB
Tessar Napitupulu, pendiri PT Arfadia Digital Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Dari luar, industri digital agency terlihat gemerlap. Kantor modern, klien besar, revenue miliaran. Tapi di balik itu, ada cerita yang jarang diangkat ke permukaan: klien startup yang tiba-tiba bubar dan meninggalkan tagihan tak terbayar, korporasi besar yang menunda pembayaran berbulan-bulan, hingga rekan kerja yang membawa kabur uang perusahaan.

Tessar Napitupulu, pendiri PT Arfadia Digital Indonesia, sudah mengalami semuanya. Selama 18 tahun membangun perusahaan yang kini mempekerjakan lebih dari 120 profesional di Jakarta, Bandung, dan Bali, ia punya koleksi cerita pahit yang bisa membuat siapapun berpikir dua kali sebelum masuk ke industri ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu risiko terbesar di industri jasa digital adalah klien yang tidak membayar. Bukan karena tidak puas, tapi karena bisnisnya tiba-tiba tutup.

"Ada satu klien startup yang sudah berjalan empat bulan dengan kami. Kerjaan beres, report beres, semua deliverable diterima. Tapi di bulan kelima, tiba-tiba tim mereka tidak bisa dihubungi. Ternyata perusahaannya bubar," kenang Tessar. 

"Tagihan yang belum dibayar cukup besar. Kami mencoba berbagai cara untuk menagih, tapi perusahaannya sudah tidak ada. Itu uang yang hilang begitu saja."

Pengalaman ini bukan sekali dua kali terjadi. Di industri yang banyak diisi pemain baru dengan model bisnis yang belum teruji, risiko klien gagal bayar karena bangkrut adalah bagian dari realitas yang harus diterima.

Korporasi Besar Bukan Jaminan Pembayaran Lancar
Yang lebih ironis, klien besar juga bukan jaminan pembayaran tepat waktu. Tessar mengaku pernah menangani klien korporasi yang menunda pembayaran berbulan-bulan, bahkan ketika pekerjaan sudah selesai dan hasil sudah dinikmati.

"Orang mengira kalau kliennya perusahaan besar, pasti aman. Kenyataannya tidak selalu begitu. Ada proses birokrasi internal, approval berlapis, dan kadang memang ada itikad menunda dari pihak procurement," kata Tessar. 

"Sebagai agency, posisi tawar kita lemah. Mau menolak kerja? Rugi reputasi. Mau terus kerja? Cashflow tertekan. Itu dilema yang dialami hampir semua agency di Indonesia."

Kalau klien tidak bayar masih bisa dianggap risiko bisnis, pengkhianatan dari orang dalam punya rasa yang berbeda. Tessar pernah mengalami situasi di mana rekan kerjanya membawa kabur uang perusahaan.

"Itu pukulan yang paling berat secara personal. Bukan soal nominalnya, meskipun itu juga menyakitkan. Tapi soal kepercayaan yang dikhianati," ujar Tessar. "Setelah kejadian itu, kami memperketat semua sistem internal. Audit keuangan lebih rutin, akses lebih terbatas, dan kami akhirnya mengurus sertifikasi ISO 9001 untuk memastikan ada standar yang tidak bisa dilewati siapapun."

Pandemi Covid-19 menambah daftar tantangan. Bukan hanya proyek yang tertunda dan klien yang memotong budget, tapi juga tim kunci yang memilih resign di tengah ketidakpastian.

"Waktu pandemi, beberapa orang inti kami memutuskan untuk keluar. Alasannya bermacam-macam, ada yang pindah ke perusahaan yang dianggap lebih stabil, ada yang memilih karier lain," kata Tessar. "Di saat revenue turun dan proyek berkurang, kehilangan orang-orang kunci itu terasa dua kali lipat lebih berat. Tapi justru di situlah kami belajar membangun sistem yang tidak bergantung pada satu atau dua orang."

Di tengah tekanan cashflow dan berbagai cobaan, Tessar mengaku pernah menolak klien yang meminta pendekatan tidak etis dalam strategi digital marketing mereka.

"Ada klien yang minta kami pakai teknik black hat SEO. Spamming, manipulasi backlink, konten palsu. Revenue-nya memang menggiurkan," kata Tessar. "Tapi kami tolak. Kalau kami terima, kami merusak reputasi yang sudah kami bangun bertahun-tahun. Satu proyek kotor bisa menghancurkan semua yang sudah dibangun. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar, apapun kondisi keuangan kami saat itu."

Yang menarik dari perjalanan Arfadia bukan hanya cerita pahitnya, tapi bagaimana perusahaan ini terus beradaptasi setelah setiap pukulan. Didirikan pada 25 Februari 2008 dengan lima orang di Kuningan, Jakarta Selatan, Arfadia membangun reputasi dari klien-klien berskala nasional seperti Allianz, BPJS Ketenagakerjaan, BMW, Daikin, dan sejumlah kementerian di Indonesia.

Pada 2023, ketika industri SEO mulai terdisrupsi oleh AI, Arfadia justru pivot ke layanan Generative Engine Optimization (GEO), membantu brand muncul di jawaban ChatGPT dan platform AI lainnya. Perusahaan bahkan membuka program workshop AI SEO untuk tim marketing korporasi, lengkap dengan sertifikasi. Sebuah langkah yang menjadikan Arfadia bukan sekadar agency, tapi juga penyedia pelatihan di bidang yang masih sangat baru.

Yohan Agustian, co-investor dari MEA Digital Marketing yang bergabung pada 2024, melihat ketahanan ini sebagai faktor utama keputusan investasinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak agency yang bisa tumbuh cepat, tapi tidak banyak yang bisa bertahan melewati semua cobaan selama 18 tahun," kata Yohan. "Arfadia bukan agency yang belum pernah jatuh. Justru mereka sudah berkali-kali jatuh dan bangkit. Itu yang membuat fondasi mereka berbeda dari agency yang baru berdiri tiga-empat tahun."

"Siapkan mental untuk tidak dibayar, untuk dikhianati, untuk ditinggal tim terbaikmu. Kalau kamu masih mau setelah tahu semua itu, berarti kamu memang untuk industri ini," tutup Tessar. "Tapi jangan lupa, adaptasi itu kunci. Kami bertahan bukan karena keras kepala mempertahankan cara lama. Kami bertahan karena setiap kali jatuh, kami bangun dengan cara yang berbeda."(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akhiri Kutukan Derby dan Bawa AC Milan ke Papan Atas, Bukti Magis Massimiliano Allegri Belum Habis

Akhiri Kutukan Derby dan Bawa AC Milan ke Papan Atas, Bukti Magis Massimiliano Allegri Belum Habis

Massimiliano Allegri kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik di sepak bola modern setelah membawa AC Milan menaklukkan Inter Milan.
Cara Mudah Meraih Pintu Maaf dan Segala Urusan Dipermudah Allah SWT

Cara Mudah Meraih Pintu Maaf dan Segala Urusan Dipermudah Allah SWT

Berikut cara mudah dapat pintu maaf Allah SWT, dan dimudahkan segala urusannya.
Jadwal Liga Champions Hari Ini: Liverpool dan Barcelona Jalani Laga Berat di Kandang Lawan

Jadwal Liga Champions Hari Ini: Liverpool dan Barcelona Jalani Laga Berat di Kandang Lawan

Jadwal pertandingan Liga Champions 2025-2026 hari ini, Rabu, 11 Maret 2026, kembali menyuguhkan laga menarik dari kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa.
Jadwal Swiss Open 2026, Selasa 10 Maret: Ada Raymond/Joaquin, Anthony Sinisuka Ginting Berjuang dari Kualifikasi

Jadwal Swiss Open 2026, Selasa 10 Maret: Ada Raymond/Joaquin, Anthony Sinisuka Ginting Berjuang dari Kualifikasi

Jadwal Swiss Open 2026, di mana hari ini akan diramaikan dengan sejumlah aksi pemain Indonesia termasuk Anthony Sinisuka Ginting hingga Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Terpopuler News: Ahok Bongkar Akar Masalah Indonesia, hingga Dedi Mulyadi Tolak Permohonan Istri Pembunuh Pencuri Labu

Terpopuler News: Ahok Bongkar Akar Masalah Indonesia, hingga Dedi Mulyadi Tolak Permohonan Istri Pembunuh Pencuri Labu

Eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ungkap masalah Indonesia. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tolak permintaan istri pembunuh pencuri labu
Usai Beli Nasi Goreng, Pria di Cilincing Ditembak Karena Tak Bayar saat Transaksi Ganja

Usai Beli Nasi Goreng, Pria di Cilincing Ditembak Karena Tak Bayar saat Transaksi Ganja

Usai membeli nasi goreng di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (8/3/2026) lalu, seorang pria berinisial SH (23) ditembak menggunakan airsoft gun oleh sekelompok orang. 

Trending

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin terbaru. Apakah sanksi untuk Persib Bandung setelah kericuhan di laga ACL 2 melawan Ratchaburi sudah keluar?
Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Sebanyak 18 pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Sejumlah nama besar bisa tersingkir
Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Ezra Walian menjadi salah satu dari total 41 nama yang dipanggil John Herdman untuk tampil di FIFA Series 2026.
Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Viral Oklin Fia Blak-blakan Ungkap Pemain Sepak Bola yang Diduga Ajak Check-in di Hotel, Label Timnas Indonesia?

Viral Oklin Fia Blak-blakan Ungkap Pemain Sepak Bola yang Diduga Ajak Check-in di Hotel, Label Timnas Indonesia?

Selebgram Oklin Fia menghebohkan fans Timnas Indonesia dan sepak bola Tanah Air. Ia cerita dirinya diduga diajak check-in di hotel oleh pesepak bola viral.
Detik-detik Menegangkan KPK Gelar OTT di Rejang Lebong Bengkulu, Rumah Pejabat Disegel

Detik-detik Menegangkan KPK Gelar OTT di Rejang Lebong Bengkulu, Rumah Pejabat Disegel

Baru-baru ini mencuat kabar detik-detik menegangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan OTT di wilayah Rejang Lebong, Bengkulu Senin (9/3/2026)
Bak Petir di Siang Bolong! Persib Bandung Langsung Dihantam Kabar Buruk Usai Pesta Gol ke Gawang Persik Kediri, Ada Masalah Apa?

Bak Petir di Siang Bolong! Persib Bandung Langsung Dihantam Kabar Buruk Usai Pesta Gol ke Gawang Persik Kediri, Ada Masalah Apa?

Persib Bandung menang 3-0 atas Persik Kediri dan tetap di puncak klasemen. Namun Bojan Hodak mendapat kabar buruk karena Patricio Matricardi dipastikan absen.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT