News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yacht Sourcing dan Co-Ownership: Investasi Baru atau Sekadar Gaya Hidup Mewah?

Di pasar internasional, perubahan cara pandang terhadap yacht cukup jelas. Jika sebelumnya kepemilikan penuh menjadi standar, kini semakin banyak calon pemilik
Minggu, 19 April 2026 - 00:00 WIB
Ilustrasi Yacht
Sumber :
  • Pixabay

tvOnenews.com - Dalam lanskap industri maritim global, kepemilikan yacht tidak lagi sesederhana simbol kemewahan pribadi. 

Dalam satu dekade terakhir, muncul pendekatan baru yang lebih rasional terhadap aset ini, terutama di negara-negara maju. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biaya operasional yang tinggi, diperkirakan mencapai 10–15 persen dari nilai yacht per tahun, mendorong pemilik mencari model kepemilikan yang lebih efisien.

Di Eropa dan Amerika Serikat, tren fractional ownership atau kepemilikan bersama mulai berkembang sebagai solusi. Model ini memungkinkan beberapa pihak berbagi biaya pembelian, perawatan, hingga operasional.

Praktik serupa sebelumnya sudah mapan di sektor lain, seperti jet pribadi melalui perusahaan seperti NetJets, yang menjadi rujukan bagaimana aset mahal dapat dikelola secara kolektif tanpa kehilangan nilai fungsionalnya.

Melansir dari berbagai sumber, konsep inilah yang kemudian dikenal sebagai bagian dari pendekatan yacht sourcing, yakni layanan yang tidak hanya berfokus pada transaksi jual-beli, tetapi juga mencakup perencanaan kepemilikan, struktur pembiayaan, hingga optimalisasi penggunaan aset. 

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah pendekatan ini benar-benar membuka peluang investasi, atau tetap berada di ranah gaya hidup eksklusif.

Di pasar internasional, perubahan cara pandang terhadap yacht cukup jelas. Jika sebelumnya kepemilikan penuh menjadi standar, kini semakin banyak calon pemilik mempertimbangkan efisiensi biaya dan utilisasi.

Sebagai ilustrasi, di kawasan Mediterania, yacht yang dikelola dalam skema charter dapat beroperasi hingga 20–30 minggu per tahun. 

Dengan tingkat utilisasi seperti itu, sebagian biaya operasional dapat tertutupi, meskipun tidak selalu menjamin keuntungan bersih.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua yacht dirancang sebagai instrumen investasi. Nilainya tetap sangat bergantung pada lokasi, manajemen, serta kondisi pasar pariwisata. 

Dalam banyak kasus, yacht lebih tepat diposisikan sebagai aset konsumtif dengan potensi offset biaya, bukan sebagai sumber keuntungan utama.

Diskusi di Bali: Menguatnya Minat pada Model Kepemilikan Alternatif

Di Indonesia, khususnya Bali, tren ini mulai mendapat perhatian. Yacht Sourcing mengangkat isu tersebut melalui forum diskusi terbatas bertajuk The Maritime Circle: A Private Briefing on Yacht Co-Ownership in Bali di Black Stone Yacht Club.

Forum ini dihadiri oleh investor, pengusaha, dan klien privat yang ingin memahami pendekatan kepemilikan yacht secara lebih terstruktur. 

Salah satu fokus utama adalah model co-ownership yang dinilai lebih fleksibel dibandingkan kepemilikan penuh. Boum, CEO Yacht Sourcing menyampaikan adanya pergeseran dalam cara klien mendekati kepemilikan yacht, dengan fokus yang lebih besar pada efisiensi dan strategi jangka panjang.

Diskusi juga menyoroti bahwa keputusan memiliki yacht kini tidak lagi hanya didorong oleh preferensi gaya hidup, tetapi juga pertimbangan biaya, utilisasi, dan pengelolaan jangka panjang.

Model kepemilikan bersama membawa konsekuensi yang lebih kompleks dibandingkan kepemilikan tunggal. Salah satu aspek penting adalah kejelasan struktur hukum.

Yakub Hasibuan dari Hasibuan Law menekankan pentingnya pengaturan hak dan kewajiban antar pemilik, termasuk mekanisme penggunaan, pembagian biaya, serta skema keluar dari kepemilikan.

Di sisi lain, perlindungan asuransi juga menjadi faktor krusial. Loris, Insurance Risk Manager di BPI, menyoroti bahwa risiko dalam industri ini mencakup kerusakan aset, kecelakaan, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.

Pendekatan ini sejalan dengan praktik di negara maju, di mana aset bernilai tinggi selalu diikuti dengan manajemen risiko yang ketat.

Antara Gaya Hidup dan Investasi

Perkembangan konsep yacht sourcing menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap kepemilikan yacht. Namun, batas antara investasi dan gaya hidup tetap perlu dipahami secara realistis.

Secara umum, yacht masih tergolong aset dengan biaya tinggi dan likuiditas terbatas. Meskipun model seperti co-ownership dan charter dapat membantu mengurangi beban biaya, potensi keuntungan tetap tidak sebanding dengan instrumen investasi konvensional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat yacht sebagai kombinasi antara aset gaya hidup dan strategi pengelolaan biaya, bukan sebagai instrumen investasi utama. Diskusi yang berkembang di Bali mencerminkan tahap awal perubahan tersebut di Indonesia. 

Seiring meningkatnya minat terhadap sektor maritim, pemahaman yang lebih komprehensif mengenai aspek finansial, hukum, dan operasional akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah model ini dapat berkembang secara berkelanjutan. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lawan Narkoba dari Akar Rumput: Kampung Bebas Narkoba di Padang Pariaman Diresmikan Arisal Aziz

Lawan Narkoba dari Akar Rumput: Kampung Bebas Narkoba di Padang Pariaman Diresmikan Arisal Aziz

Ancaman narkotika kini tidak lagi dihadapi dengan sekadar jargon. Di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, secara re
Purbaya: Kita Tidak Menuju Keadaan Seperti 1998, Fiskal Kita Baik!

Purbaya: Kita Tidak Menuju Keadaan Seperti 1998, Fiskal Kita Baik!

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa jelaskan, Indonesia tidak sedang menuju krisis ekonomi, keuangan, dan moneter seperti periode 1997 sampai 1998. Pernyataan itu usai
Bung Ropan Kaget Lihat Pelatih Mozambik Berani Lawan Timnas Indonesia Tanpa 6 Pemain Andalannya dari Eropa

Bung Ropan Kaget Lihat Pelatih Mozambik Berani Lawan Timnas Indonesia Tanpa 6 Pemain Andalannya dari Eropa

Bung Ropan terkejut karena ternyata pelatih Mozambik tidak membawa 6 pemain andalannya dari Eropa untuk melawan Timnas Indonesia, padahal Skuad Garuda kuat.
Pakar Ekspresi Sebut Video Minta Maaf Sarwendah Hanya Drama Teatrikal: Dia Menunjukkan Citra ke Penggemar Lebih Penting

Pakar Ekspresi Sebut Video Minta Maaf Sarwendah Hanya Drama Teatrikal: Dia Menunjukkan Citra ke Penggemar Lebih Penting

Pakar ekspresi ikut menganalisis video permintaan maaf Sarwendah yang diunggah lewat Instagram-nya. Menurut pakar, mantan istri Ruben Onsu tak tulus minta maaf.
Jonatan Christie Angkat Bicara soal Ancaman Victor Lai di Final Indonesia Open 2026

Jonatan Christie Angkat Bicara soal Ancaman Victor Lai di Final Indonesia Open 2026

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mewaspadai keberanian dan daya juang wakil Kanada Victor Lai yang akan menjadi lawannya pada final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026.
Jonatan Christie Jaga Asa Tuan Rumah Raih Gelar Indonesia Open 2026

Jonatan Christie Jaga Asa Tuan Rumah Raih Gelar Indonesia Open 2026

Jonatan Christie menjaga asa tuan rumah untuk meraih gelar juara setelah memastikan tiket final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Trending

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya melalui pengacaranya Elza Syarief, bocorkan data puluhan orang yang terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.
Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Selain Bocorkan Otak Korupsi MBG, Sony Sonjaya Beberkan Ciri-cirinya hingga Jabatannya

Setelah dibekuk Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya bocorkan fakta
Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Sebelum pertandingan digelar, media Timur Tengah sudah lebih dulu memberikan peringatan kepada tim nasional mereka soal kekuatan Timnas Indonesia melawan Oman.
Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman soroti debut buruk Tarik Sektioui setelah timnya dihancurkan Timnas Indonesia 0-3 di FIFA Matchday. Bahkan media setempat mengakui kualitas Garuda.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Timnas Indonesia menang telak 3-0 atas Oman di FIFA Matchday Juni 2026. Media Vietnam mengaku terkejut dan menilai level Garuda mulai meningkat pesat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT