Dinsos Buleleng Dampingi Keluarga Korban Pengeroyokan, Anak Ditawari Sekolah Rakyat
- tvOne - aris wiyanto
“Jadi kalau sudah masuk di sekolah rakyat. Tentu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membiayai kebutuhan dasar, kebutuhan sekolah dan juga pemberdayaan ekonomi keluarga. Karena sekolah rakyat kan sekolah asrama yang menjadi tempat sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu,” lanjutnya.
Kemudian, jika pihak keluarga dan kedua anak korban bersedia, nantinya juga ada tambahan program pemberdayaan untuk penguatan ekonomi keluarga. Dengan demikian, istri korban dapat memperoleh bantuan program penguatan usaha.
“Jadi salah satunya mungkin memerlukan modal usaha ataupun alat-alat untuk usaha. Dan berikut juga kalau nanti hasil-hasil asesmen dari pihak Kementerian Sosial (Kemensos) itu akan diberikan dukungan penuh untuk penguatan ekonomi,” jelasnya.
Ia mengatakan, korban telah menerima bansos sejak lama dan sudah menjadi atensi pemerintah pusat.
“Dari program bantuan Kemensos sudah lama. Karena dia memang sudah masuk ke kriteria. Jadi sudah menjadi atensi pemerintah pusat. Dulu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sekarang DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) dengan desil yang sudah sesuai,” ujarnya.
Pihaknya menyampaikan, Dinsos Buleleng sudah menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, seperti pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya. Selain itu, masyarakat dan para pemerhati sosial juga banyak memberikan bantuan. Dinsos Buleleng turut memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga, terutama anak-anak korban.
“Kami sudah memberikan pendampingan mulai tadi pagi. Supaya anak-anak ini tidak depresi ataupun larut dan bisa tumbuh kembang kembali seperti sediakala, bersekolah, berinteraksi supaya tidak menjadi beban. Sehingga psikolog kami-lah menjadi pendampingan dan ini akan terus berkelanjutan sampai dianggap cukup oleh tim psikolog kami,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Tabanan, Bali, telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial KD yang diduga melakukan pencurian ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7). Korban berinisial KD dihakimi massa hingga tewas usai terpergok diduga mencuri ayam aduan.
Load more