Ketika Pedagang Pasar Tradisional Bali Mulai Pakai QRIS, Ini Dampak QRIS bagi UMKM dan Ekonomi Daerah
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Selama ini, pasar tradisional identik dengan transaksi tunai. Uang berpindah dari tangan pembeli ke pedagang, sementara pencatatan hasil penjualan sering kali masih dilakukan secara sederhana.Â
Namun, kebiasaan tersebut perlahan berubah seiring semakin luasnya penggunaan teknologi pembayaran digital, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Edukasi digitalisasi yang memperkenalkan penggunaan QRIS di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil menjadi salah satu agenda yang terus didorong pemerintah dan otoritas keuangan dalam beberapa tahun terakhir.Â
Bagi pedagang, sistem pembayaran ini bukan hanya menawarkan alternatif ketika konsumen tidak membawa uang tunai, tetapi juga dapat membantu membuat transaksi lebih mudah dilacak dan dicatat.
Perubahan tersebut turut menyentuh pasar-pasar rakyat di Bali. Digitalisasi pembayaran dinilai dapat memperlancar transaksi antara pedagang dan konsumen sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memiliki pencatatan keuangan yang lebih teratur.Â
Dalam skala lebih luas, semakin banyak transaksi yang tercatat secara digital juga dapat mendukung aktivitas ekonomi, memperluas inklusi keuangan, dan membantu pelaku UMKM membaca pola penjualan mereka.
QRIS Masuk ke Pasar Rakyat, Pedagang Mulai Beradaptasi
Upaya memperluas penggunaan pembayaran digital di pasar rakyat Bali dilakukan melalui sejumlah kegiatan edukasi dan pendampingan. Salah satunya berlangsung melalui program Pasar Rakyat Bali Go Digital di Pasar Bebandem, Karangasem.
Dalam rangkaian program tersebut,Bank Indonesia bersama Karvelo (PT Artha Jaya Wisata) dan Bank Nationalnobu (Bank Nobu) berkomitmen mendorong edukasi serta perluasan transaksi digital bagi pelaku UMKM di Bali. Kegiatan serupa juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas digitalisasi pasar rakyat yang digelar di sejumlah wilayah sepanjang 2026.
Di Pasar Bebandem, Karangasem, program Pasar Rakyat Bali Go Digital diwujudkan antara lain melalui perluasan transaksi nontunai dan penggunaan perangkat QRIS Soundbox bagi pedagang UMKM. Kehadiran perangkat tersebut membantu pedagang mengenali pemberitahuan transaksi yang masuk melalui sistem pembayaran digital.
Bagi pasar tradisional, perubahan tersebut bukan sekadar persoalan mengganti uang tunai dengan kode QR. Edukasi menjadi bagian penting karena sebagian pedagang perlu memahami cara menerima pembayaran, mengecek transaksi, sekaligus menjaga keamanan ketika menggunakan sistem pembayaran digital.
Load more