Transformasi Digital Tak Cukup Modal Internet Cepat, Bisnis Kini Butuh Jaringan Pintar dan Aman
- Antara
tvOnenews.com - Transformasi digital kini menjadi fondasi penting dalam operasional bisnis modern. Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan koneksi internet cepat, tetapi juga sistem jaringan yang intelligent, aman, stabil, dan mudah dikelola untuk mendukung aktivitas bisnis yang semakin kompleks.
Kebutuhan ini terasa semakin mendesak di sektor dengan mobilitas tinggi seperti hospitality, retail, pendidikan, layanan publik, hingga industri jasa.
Di banyak negara maju, pengembangan intelligent network telah menjadi bagian utama strategi digitalisasi industri. Singapura misalnya, terus memperluas penerapan smart infrastructure untuk mendukung sektor pariwisata, pendidikan, dan layanan publik berbasis digital.
Sementara di Jepang dan Korea Selatan, teknologi jaringan pintar digunakan untuk mendukung sistem hotel otomatis, pembayaran digital, hingga layanan publik berbasis AI yang membutuhkan konektivitas cepat dan stabil.
Laporan International Data Corporation juga memperkirakan belanja global untuk transformasi digital terus meningkat setiap tahun seiring kebutuhan perusahaan terhadap cloud computing, keamanan siber, dan infrastruktur jaringan modern.
Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak lagi dipandang sebagai tren sementara, melainkan kebutuhan utama untuk menjaga daya saing bisnis di era ekonomi digital.
Di Indonesia, kebutuhan serupa mulai dirasakan pelaku usaha, khususnya sektor usaha kecil dan menengah (SMB) yang kini semakin bergantung pada teknologi digital untuk menjalankan operasional bisnis sehari-hari.
Transformasi digital tidak hanya berbicara soal hadir di marketplace atau aktif di media sosial. Di balik operasional digital, perusahaan membutuhkan fondasi jaringan yang mampu menopang aktivitas bisnis secara menyeluruh.
Melansir dari Antara, hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam acara bertajuk “Empowering Smart Living Through Intelligent Network Solutions with Huawei e-Kit” yang digelar Hypernet Technologies bersama Huawei eKit di Bali pada 21 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Presales Ekit Regional Bali & Lombok, Tri Setiawan, menjelaskan bahwa transformasi digital kini bukan lagi kebutuhan eksklusif perusahaan besar.
"Solusi dari Huawei eKit dirancang khusus agar lebih mudah diimplementasikan oleh bisnis skala menengah dengan kebutuhan jaringan yang terus berkembang," katanya.
Bisnis skala menengah juga membutuhkan sistem jaringan yang adaptif untuk menjaga daya saing di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Sementara itu, Regional Head of Bali Hypernet Technologies, Ibnu Malik, menyoroti pentingnya jaringan yang intelligent, secure, dan mudah dikelola untuk mendukung operasional bisnis modern.
Menurutnya, sektor seperti hospitality, retail, pendidikan, layanan publik, hingga industri jasa kini sangat bergantung pada konektivitas yang stabil dan aman karena tingginya mobilitas pengguna dan aktivitas digital harian.
Negara Maju Sudah Terapkan Smart Network di Banyak Sektor
Penerapan jaringan pintar sebenarnya sudah menjadi standar baru di berbagai negara maju. Singapura misalnya memanfaatkan teknologi smart network untuk mendukung layanan publik digital dan sektor pariwisata berbasis teknologi.
Di Jepang, sejumlah hotel modern telah menggunakan sistem jaringan terintegrasi untuk mengatur layanan otomatis mulai dari check-in digital, smart room, hingga pengelolaan data pelanggan secara real time.
Sementara Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan infrastruktur internet dan cloud management paling maju di dunia.
Menurut laporan Organisation for Economic Co-operation and Development, negara-negara dengan infrastruktur digital kuat cenderung lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi global.
Indonesia sendiri mulai bergerak ke arah yang sama. Pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya penggunaan layanan berbasis cloud membuat kebutuhan terhadap jaringan modern terus meningkat, termasuk di kalangan UMKM.
Karena itu, banyak perusahaan teknologi mulai menghadirkan solusi yang lebih sederhana dan terjangkau agar dapat digunakan oleh bisnis skala menengah maupun kecil.
Solusi Wi-Fi 7 hingga AI Firewall Mulai Diperkenalkan
Dalam ajang tersebut, Huawei eKit memperkenalkan sejumlah teknologi jaringan modern seperti enterprise Wi-Fi 6 dan Wi-Fi 7, intelligent switching, AI firewall, cloud-based management, hingga solusi jaringan terintegrasi end-to-end.
Teknologi tersebut dirancang untuk menghadirkan konektivitas yang lebih stabil, aman, dan efisien sekaligus mempermudah proses deployment serta monitoring jaringan perusahaan.
Di sisi lain, Hypernet Technologies turut memperkenalkan layanan Managed Service yang mencakup konsultasi, implementasi, monitoring, hingga dukungan teknis berkelanjutan.
Ibnu Malik menjelaskan bahwa transformasi digital UMKM membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, bukan hanya menyediakan koneksi internet.
Karena itu, Hypernet juga memperkenalkan Whooz, sebuah brand baru yang menjadi turunan dari empat pilar layanan perusahaan yakni konektivitas, keamanan digital, ICT, dan layanan profesional.
Menurutnya, solusi digital end-to-end menjadi penting agar pelaku usaha kecil dan menengah dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ajang tersebut dihadiri peserta dari berbagai sektor mulai hospitality, pendidikan, pemerintahan, retail, teknologi, lifestyle, keamanan siber, hingga layanan profesional lainnya. Diskusi yang berlangsung juga menyoroti tantangan implementasi transformasi digital di lingkungan bisnis yang semakin dinamis.
Kolaborasi antara penyedia teknologi dan pelaku industri dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, terutama dalam menghadapi kebutuhan konektivitas modern yang terus berkembang. (udn)
Load more