Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Di tengah perubahan cara masyarakat memperoleh informasi, komunikasi publik tidak lagi cukup mengandalkan penyampaian pesan secara satu arah. Informasi bergerak cepat melalui media online, media sosial, hingga berbagai platform digital yang memungkinkan sebuah kabar menyebar dalam hitungan menit.
Kondisi tersebut membuat institusi publik menghadapi tantangan baru. Informasi mengenai kebijakan, kegiatan, maupun kondisi di lapangan harus disampaikan secara cepat, tetapi pada saat yang sama tetap membutuhkan konteks dan verifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Media kemudian menjadi salah satu ruang penting yang menghubungkan informasi dari institusi dengan kebutuhan publik.
Dalam konteks inilah hubungan antara institusi dan insan pers menjadi semakin penting. Kodam Jaya/Jayakarta mencoba memperkuat komunikasi tersebut melalui kegiatan silaturahmi bersama media yang digelar Penerangan Kodam Jaya (Pendam Jaya) di Lapangan Tembak Falatehan, Makodam Jaya. Kegiatan itu mengusung tema “Satu Narasi, Satu Pengabdian: Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia”.
Mengapa Komunikasi Publik Menjadi Penting di Era Digital?
Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi berbagai versi informasi yang beredar melalui media sosial maupun kanal digital lainnya.
Karena itu, komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan seberapa cepat sebuah institusi menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dibangun, dikonfirmasi, dan diberikan konteks kepada masyarakat.
Dalam konteks hubungan Kodam Jaya dengan media, forum silaturahmi menjadi salah satu cara untuk membuka ruang komunikasi langsung antara pejabat militer dan jurnalis. Pertemuan semacam ini memungkinkan kedua pihak bertukar informasi mengenai dinamika yang berkembang di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Sejumlah laporan mengenai kegiatan tersebut menyebutkan bahwa forum ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan hubungan antara Kodam Jaya dengan insan media dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Bagi institusi, media dapat menjadi kanal untuk menjelaskan kegiatan dan kebijakan kepada masyarakat. Sementara bagi jurnalis, akses komunikasi langsung dapat membantu memperoleh informasi dan konteks dari sumber yang relevan.
Namun, hubungan tersebut tidak menghapus fungsi masing-masing. Media tetap memiliki tanggung jawab jurnalistik untuk melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
Dari Informasi Institusi hingga Kebutuhan Masyarakat
Komunikasi publik juga tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai aktivitas institusi. Dalam kegiatan tersebut, Kodam Jaya turut menyoroti berbagai aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi mengatakan keberadaan prajurit di wilayah Jakarta tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Kodam Jaya juga menjalankan kegiatan yang melibatkan masyarakat serta membantu menangani sejumlah persoalan sosial.
Hal tersebut antara lain diwujudkan melalui pembangunan sejumlah jembatan, penyediaan sumur air bersih, serta perbaikan tempat ibadah. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa informasi mengenai aktivitas institusi tidak hanya berkaitan dengan tugas keamanan, tetapi juga kegiatan yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks komunikasi publik, informasi semacam ini menjadi penting karena masyarakat membutuhkan gambaran yang lebih lengkap mengenai aktivitas sebuah institusi di lapangan. Informasi yang disampaikan melalui media dapat memberikan konteks mengenai kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi publik untuk mengetahui apa yang dilakukan institusi di tengah masyarakat.
Kodam Jaya sendiri menempatkan keamanan Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, serta Tangerang sebagai bagian dari perhatian mereka. Posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi membuat persoalan keamanan dan sosial di kawasan tersebut saling berkaitan. Pandangan serupa mengenai pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah, masyarakat, dan media juga muncul dalam pemberitaan mengenai forum tersebut.
Media Bukan Sekadar Kanal Publikasi
Salah satu hal menarik dari pertemuan Kodam Jaya dengan insan pers adalah penekanan terhadap hubungan yang lebih komunikatif antara institusi dan media.
Dalam praktik komunikasi publik, media tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat mempublikasikan kegiatan lembaga. Jurnalis juga memiliki peran untuk mencari informasi, menguji keterangan, mengajukan pertanyaan, dan memberikan konteks kepada pembaca.
Karena itu, komunikasi antara institusi dan media membutuhkan hubungan yang terbuka sekaligus profesional. Institusi memiliki ruang untuk memberikan informasi mengenai kegiatan dan perspektifnya, sedangkan media tetap menjalankan fungsi jurnalistik berdasarkan prinsip verifikasi dan keberimbangan.
Forum yang digelar Pendam Jaya tersebut menjadi salah satu bentuk ruang dialog. Suasana kegiatan disebut berlangsung hangat dan akrab, dengan interaksi antara jajaran Kodam Jaya dan para jurnalis sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan komunikasi.
Jurnalis Heru Sudinta mengapresiasi upaya jajaran Pendam Jaya dalam membangun komunikasi dengan media. Ia menilai terdapat prajurit Pendam Jaya yang terlibat dalam proses diskusi dan produksi materi informasi mengenai kegiatan Kodam.
“Saya sangat apresiasi jajaran Pendam Jaya yang maksimal dalam menjaga stabilitas berita. Ada prajurit Pendam Jaya yang sampai berdiskusi, mengedit visual, memproduksi narasi atau naskah dengan Saya hingga larut malam bahkan hingga pagi hanya demi memastikan berita tentang Kodam mengandung citra yang baik,” tuturnya.
- ist
Sementara itu, Pangdam Jaya menegaskan bahwa keterlibatan Kodam Jaya di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang ada.
“Kami terus berusaha menjaga dan menjadikan Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok dan Tangerang sebagai tempat aman dan nyaman bagi Masyarakat”, ujar Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, Sabtu (26/9/2026).
“Kami juga telah membangun sejumlah jembatan yang mempermudah akses, menghadirkan sumur air bersih, memperbaiki tempat ibadah dan semua untuk masyarakat”, ujar Pangdam Jaya.
Pada akhirnya, komunikasi publik di era informasi bukan hanya soal seberapa cepat sebuah institusi menyampaikan pesan. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana informasi tersebut dapat sampai kepada masyarakat dengan konteks yang cukup, dapat diverifikasi, dan tidak terlepas dari fakta di lapangan. (udn)
Load more