News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Maraknya Kejahatan Anak di Garut, Polisi Berlakukan Jam Malam Bagi Pelajar, KPAI: Akarnya Belum Tersentuh

Aparat kepolisian memberlakukan jam malam bagi pelajar di Garut, Jawa Barat. kecuali ada kegiatan keagamaan atau kegiatan internal sekolah
Minggu, 30 Juli 2023 - 12:56 WIB
Ipda Adi Susilo, Kasi Humas Polres Garut
Sumber :
  • Tim tvOne/Taufik Hidayah

Garut, tvOnenews.com - Aparat kepolisian memberlakukan jam malam bagi pelajar di Garut, Jawa Barat. Jam malam itu diberlakukan bagi seluruh siswa sekolah, akibat maraknya kejahatan terhadap anak.

Menurut jajaran Polres Garut, Jam malam akan dimulai pukul 23.00 WIB. Apabila Polisi gemenemukan anak berada diluar pada waktu yang telah ditetapkan, polisi akan mengembalikan mereka kepada orang tuanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari pukul 23.00 Wib, jika ada anak sekolah masih keluyuran di jalan, kemudian terlihat petugas, kita akan bawa dan dikembalikan langsung kepada orang tuanya,"kata Ipda Adi Susilo, Kasi Humas Polres Garut, Minggu (30/72023).

Upaya penerapan jam malam ini bukanlah untuk mengekang aktifitas masyarakat umum, tetapi berlaku hanya untuk anak sekolah, karena tak mungkin ada kegiatan sekolah yang masih berlangsung di pukul 23.00 Wib.

"Pemberlakuannya hanya untuk anak sekolah saja, jadi kan tak mungkin ada kegiatan aktifitas sekolah di jam tersebut," tambahnya.

Petugas juga memberi toleransi kepada siswa yang mengikuti aktifitas keagamaan hingga malam, ditambah ada pengecualian apa bila ada kegiatan sekolah semacam kemah pramuka atau yang lainnya.

"Ada toleransi misal anak sekolah ikut kegiatan keagamaan pengajian, kan biasanya sampai malam, itu boleh. Kemudian ada kegiatan internal sekolah semacam pramuka itu boleh. Yang tak boleh itu keluyuran gak jelas di jalan, konvoi motor, balap liar, kemudian takutnya kan jadi korban apa,"jelasnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kebijakan baru yang diterapkan di Garut, hal itu bisa memicu pro dan kontra masyarakat di era milenial.

"Pemberlakuan jam malam itu baru menyentuh permukaan saja, sementara akarnya belum tersentuh. Ada variabel lain, bagaimana akar persoalan misal kenakalan remaja dan anak tidak bisa disentuh, maka metode ini akan menimbulkan persoalan baru," kata Ato Rinanto, Ketua Forum KPAI Jawa Barat.

Persoalan kenakalan remaja dan anak adalah persoalan bersama, sehingga polisi memerlukan ahli lain untuk bisa menyentuh permasalahan anak.

"Bukan hanya petugas, akan tetapi tiap anak memiliki peran bagaimana pola asuh di rumah dan pergaulan lingkungan, itu juga perlu disentuh. Jadi jangan hanya disentuh polisi, harus semua pihak, dari pemda dari KPAI, dari unsur - unsur lainnya pun harus ikut menangani kenakalan remaja ini," tambahnya.

KPAI menganggap kejahatan digital pada anak lebih berbahaya dibandingkan kejahatan nyata. Dimana kejahatan digital bisa membuat pola berfikir anak rusak dan bisa membuat anak menjadi korban grooming.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kekerasan digital misalnya, anak sekarang banyak jadi korban grooming, si pelaku membuat akun palsu yang mengelabui anak, kemudian melakukan berhubungan badan lewat video call kemudian videonya disebar, diperjual belikan. Itu salah satu kekerasan anak di dunia maya, artinya lebih bahaya kekerasan anak di dunia maya dibandingkan dunia nyata," tegasnya.

KPAI merespon positif langkah yang dilakukan polisi di Garut, namun ia menganggap persoalan anak sebagai penerus cikal bakal bangsa ini memerlukan sentuhan dari seluruh pihak,"kebijakan jam malam itu bagus sebagai upaya pencegahan, tapi kan harus ada ahli yang ikut dilibatkan. Sentuhan kepada anak berbeda dengan sentuhan kepada dewasa. Artinya polisi juga harus melibatkan unsur lain agar bisa membantu menanggulangi kejahatan anak,"tutupnya. (THH)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga minyak berpotensi tertekan seiring target Indonesia stop impor BBM. Prabowo genjot listrik 100 GW dan tutup PLTD demi efisiensi energi.
Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Ladislao Camara, akhirnya Nathalie Holscher sudah siap membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru bernama Aripat
FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

Indonesia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni persoalan sampah, pencemaran air, dan perubahan iklim.
Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya dibayangi krisis kebugaran jelang lawan Persija di GBK. Bernardo Tavares akui banyak pemain bermasalah, tapi Bajul Ijo tetap optimistis.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT