Pelumas dari Minyak Nabati Kian Dilirik, Bisakah Gantikan Oli Berbasis Minyak Bumi?
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Perkembangan riset energi ramah lingkungan terus menunjukkan arah yang semakin jelas: dunia industri mulai beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju sumber daya terbarukan.
Salah satu sektor yang kini menjadi sorotan adalah teknologi pelumasan. Selama puluhan tahun, pelumas berbasis minyak bumi mendominasi pasar global. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, para peneliti berlomba menghadirkan alternatif yang lebih berkelanjutan.
Data dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa konsumsi minyak bumi global masih sangat tinggi, termasuk untuk kebutuhan pelumas industri.
Padahal, pelumas konvensional memiliki kelemahan utama, yakni sulit terurai di alam dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang.
Hal ini mendorong berbagai negara maju seperti Jerman dan Jepang untuk mengembangkan pelumas berbasis bio (biobased lubricant) yang lebih mudah terdegradasi dan aman bagi ekosistem.
Di Indonesia, peluang pengembangan pelumas nabati juga sangat besar. Sebagai negara agraris dengan kekayaan minyak nabati seperti kelapa sawit, jarak, dan kelapa, Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk mendukung inovasi ini.
Riset yang berkembang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas agar mampu bersaing dengan pelumas berbasis minyak bumi.
Transformasi ini menjadi penting, mengingat sebagian besar pelumas yang digunakan saat ini masih bergantung pada sumber daya tak terbarukan.
Melansir dari Antara, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sukirno, M.Eng., menegaskan pentingnya peralihan menuju pelumas berbasis minyak nabati.
Ia menjelaskan bahwa pelumas memiliki peran vital dalam menjaga kinerja mesin. Tanpa pelumasan yang optimal, gesekan antar logam dapat meningkatkan suhu, mempercepat keausan, hingga menyebabkan kerusakan mesin.
“Saat ini, pelumas yang banyak digunakan masih berasal dari minyak bumi. Namun, penggunaannya menimbulkan persoalan lingkungan karena sulit terurai. Sebagai alternatif, pelumas berbasis minyak nabati dinilai lebih aman karena mudah terurai di alam. Bahkan, tingkat penguraiannya bisa mencapai lebih dari 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pelumas mineral,” kata Prof. Sukirno.
Selama ini, pelumas berbasis minyak bumi menjadi pilihan utama industri. Namun, penggunaannya menimbulkan persoalan lingkungan karena sulit terurai.
Load more