Sidak SMKN 2 Subang, KDM Naik Pitam Lihat Lingkungan Kotor, Tapi Ujungnya Sekolah Dapat Rejeki Nomplok
- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Ayo, Neng. Ayo. Kamu sekolah di Jepang nanti terbiasa dengan budaya di sini," ucap KDM menyemangati.
Kekesalan mantan Bupati Purwakarta ini kian memuncak saat melihat kondisi fisik bangunan sekolah yang tampak kusam dan beberapa bagian dindingnya tidak terawat dengan baik.
"Sekolahnya lama enggak dicat ya? Tuh, ini enggak pernah dibersihkan ke sini. Tuh, lihat. Waduh, bapak kepala sekolah. Iya. Gimana, Pak? Ngurus sekolah begini, Pak," keluh KDM langsung saat kepala sekolah tiba di lokasi.
Mendapat teguran keras dari sang Gubernur, Kepala Sekolah SMKN 2 Subang berdalih bahwa pembenahan dan perbaikan fasilitas gedung sebenarnya sudah masuk ke dalam program kerja. "Ya, sedang kita rencanakan, Bapak," kilahnya.
Mendengar argumen tersebut, KDM langsung memotong pembicaraan. Ia menegaskan bahwa urusan kebersihan dan perawatan mendasar tidak boleh tertahan oleh urusan birokrasi atau perencanaan yang berbelit-belit, melainkan harus diselesaikan dengan aksi nyata di lapangan.
"Enggak, bukan direncanakan, dikerjakan, Pak. Siap. Siap. Bersih-bersih enggak usah pakai rencana. Siap. Anak-anak suruh bawa dari rumah bawa parang, bawa arit, bawa cangkul sehari itu beresin sekolah. Berapa jumlah siswanya? 2.300. Iya, 2.300, Pak. 6 jam selesai, 4 jam selesai," papar KDM memberikan instruksi taktis.
Meskipun sempat melayangkan kritik tajam terhadap kinerja manajemen sekolah yang dinilai kurang kreatif dan jorok, KDM menunjukkan komitmen besarnya terhadap kemajuan pendidikan kejuruan.
Demi mempercepat restorasi fasilitas sekolah, ia langsung memberikan bantuan dana segar secara spontan di lokasi.
- Tangkapan layar Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Yang kedua ini kan belum dicat ya. Belum sudah ya. Saya kasih R30 juta untuk ngecatnya. Saya kasih Rp80 juta hari ini. Minta nomor rekening sekolahnya. Nomor rekening sekolahnya saya kasih. Nanti sekolahnya dicat putih kelihatan rapi, bersih," perintah KDM kepada pihak sekolah.
Tak berhenti sampai di situ, KDM juga menanyakan fasilitas praktik utama apa yang paling mendesak dan dibutuhkan oleh para siswa untuk menunjang kompetensi keahlian mereka.
Pihak sekolah kemudian mengutarakan kebutuhan vital berupa alat berat jenis beko (ekskavator) serta mesin CNC (Computer Numerical Control) guna mendukung praktik teknik pemesinan, termasuk untuk proyek pembuatan alat pengolah sampah mandiri.
Load more