Viral Video Pemalakan Mobil Pelat B di Dago Bandung, KDM Angkat Bicara
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kang Rusdi channel
tvOnenews.com – Unggahan video yang memperlihatkan dugaan aksi pemalakan terhadap pengendara mobil dengan nomor polisi (pelat) B di kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, mendadak viral dan memicu keresahan di media sosial. KDM angkat bicara.
Peristiwa yang mengganggu ketertiban umum tersebut terjadi di Jalan Ir H Djuanda, Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Bandung, tepat setelah pertandingan pamungkas antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Sabtu (30/5/2026) malam.
Dalam potongan video yang beredar luas di jagat maya, tampak seorang pria nekat menghentikan laju kendaraan yang sedang melintas, lalu mendesak dan meminta sejumlah uang secara paksa kepada pengemudi mobil tersebut.
- Antara
Menyikapi kejadian yang mencoreng dunia pariwisata ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku bergerak cepat dengan langsung berkoordinasi dengan pihak Kapolda Jawa Barat guna memastikan kasus premanisme ini diusut secara tuntas dan cepat.
“Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar,” ungkap gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut, Minggu (31/5/2026).
Menurut penjelasan KDM, langkah taktis aparat kepolisian membuahkan hasil. Pelaku pemalakan dilaporkan telah diringkus dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di markas Kepolisian Sektor (Polsek) Coblong.
“Pelakunya sudah diamankan di Polsek Coblong,” tegasnya.
Lebih lanjut, KDM mengingatkan dengan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekali-kali melakukan tindakan pemalakan maupun intimidasi terhadap siapa pun.
Larangan ini berlaku baik kepada sesama warga Jawa Barat, terlebih kepada masyarakat dari luar daerah yang datang berkunjung sebagai wisatawan.
Ia menilai, aksi premanisme jalanan seperti ini tidak hanya merusak ketertiban umum, tetapi juga meruntuhkan citra positif Jawa Barat yang selama ini dikenal sebagai destinasi yang aman, ramah, dan nyaman bagi para pendatang.
"Dan seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan, premanisme pada siapa pun. Baik warga Jabar maupun luar warga Jabar yang berkunjung ke Jawa Barat," cetus mantan Bupati Purwakarta ini dengan nada tinggi.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama aparat penegak hukum berkomitmen penuh untuk terus melakukan tindakan represif di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi kebiasaan buruk yang dibiarkan.
"Saya sampaikan, kita tidak akan segan-segan untuk memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera dihentikan," kata KDM memaparkan ketegasan hukum.
Di sisi lain, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut juga mengetuk hati nurani masyarakat untuk lebih memilih mencari mata pencaharian melalui jalur pekerjaan yang legal dan halal, alih-alih menggunakan cara-cara instan yang merugikan serta mengancam keselamatan orang lain.
"Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Dibanding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang," tuturnya memberikan nasihat mendalam.
Menutup keterangannya, KDM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran korps kepolisian yang merespons aduan video viral dari masyarakat secara kilat dan taktis di lapangan.
"Saya ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Polrestabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat," pungkasnya memberikan apresiasi.
Load more