Pemprov Jabar Bersama ESDM Groundbreaking PSEL Legok Nangka Dimulai, Wamen ESDM Targetkan Beroperasi pada 2029
- tvOnenews.com/Cepi Kurnia
"Pengolahan menggunakan insinerator di PSEL ini relatif aman dan tidak memberikan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat," ujarnya.
Untuk mendukung operasional pembangkit, pemerintah bersama PT PLN (Persero) akan membangun jaringan transmisi menuju gardu induk terdekat secara paralel. Dengan demikian, listrik yang dihasilkan dapat langsung disalurkan kepada masyarakat saat fasilitas mulai beroperasi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut dimulainya pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi bukti bahwa gagasan pengelolaan sampah modern kini memasuki tahap implementasi setelah seluruh regulasi terpenuhi, investor tersedia, serta kesepakatan harga jual listrik tercapai.
"Proyek ini akan menjadi pemicu lahirnya sistem pengelolaan sampah modern yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan udara, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih tertib dalam mengelola sampah," katanya.
Dedi optimistis Jawa Barat akan semakin memperkuat posisinya sebagai provinsi penghasil energi listrik terbesar di Indonesia melalui berbagai sumber energi, mulai dari tenaga air, tenaga surya, panas bumi, hingga pembangkit listrik tenaga sampah.
"Selain Legok Nangka yang melayani kawasan Bandung Raya, pemerintah juga menyiapkan pembangunan PSEL di Bogor, Depok, Bekasi, serta mendorong pengembangan fasilitas serupa di wilayah Cirebon dan sekitarnya yang juga menghadapi persoalan timbulan sampah dalam jumlah besar," tegasnya. (rpi)
Load more