GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Road to UFC, Jeka Saragih Dapat Dukungan dari Suwardi

Satu pekan untuk mengamankan kontrak dengan UFC, Jeka Saragih dalam laga Road to UFC mendapatkan terus dukungan. Kali ini dari sesama rekan petarung, Suwardi.
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:32 WIB
Suwardi Optimis Jeka Bisa Menaklukkan Anshul di Rangkaian UFC Vegas 68 Road to UFC, Amerika Serikat Pada Minggu (5/2/2023)
Sumber :
  • tim tvOne/Eko Hadi

Bogor, Jawa Barat - Satu pekan untuk mengamankan kontrak dengan UFC, Jeka Saragih dalam laga Road to UFC mendapatkan terus dukungan. Kali ini dari sesama rekan petarung, Suwardi.

Jeka Saragih akan melawan Anshul Jubli, petarung asal India dalam rangkaian UFC Vegas 68, Amerika Serikat pada Minggu (5/2/23) waktu Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Suwardi, Jeka merupakan teman dekat dan sudah tahu kemampuan bertarung Jeka. 

"Sejauh ini kan kita pernah kompetisi bareng, pernah kalah bareng, menang bareng di satu pertandingan," terang Suwardi, saat dihubungi Jumat (27/1/23).

Pria yang dijuluki "Becak Lawu" ini mengaku sangat kagum atas kemampuan Jeka terutama dari segi kekuatan dan itu merupakan karunia dari Tuhan.

"Bakat alamnya tuh ada, jadi ya tinggal bagaimana nemuin guru yg tepat bisa membuat Jeka jadi sangat bagus," katanya.

Ia merasa apabila Jeka kemampuannya bisa dipertajam dan kekurangannya bisa ditutupi. Hal itu dikatakannya karena pelatihnya berpengalaman terbiasa melatih para pemain pro.

Suwardi kemudian menceritakan pengalamannya bersama Jeka. Ia mengaku belum pernah bertarung karena berbeda kelas hanya drill-dril saja dan Jeka memang kuat.

"Kelebihannya sih power. Emang dia gigih orangnya, mentalnya bagus banget dan gua ga mau kalah," ungkap Suwardi.

Sebagai sesama petarung MMA One Pride, atmosfer di UFC sangat berbeda Mental itu sangat berpengaruh, atmosfernya jelas-jelas beda. 

"Jadi main di nasional udah ketaker tuh dia sendiri sudah pernah juara jadi levelnya kurang lebih kayak dia gitu," katanya.

Sementara, lanjut Suwardi jika di level internasional adalah para juara di negaranya masing-masing yang bisa berkompetisi di sana. Mental, fisik,  teknik, training camp yang baik semuanya diadu disana.

"Kita tidak tahu perkembangannya di sana seperti apa tapi yang kita tau kan disana gudangnya petarung MMA udah pasti diasah sebelum berangkat. Mudah-mudahan di sana diperbaiki dan kalo si pelatihnya udah ngizinin fight berarti udah siap dia," ujar Suwardi. 

Suwardi sendiri sempat mengintip calon lawan Jeka, Anshul Jubli. Ia menilai bahwa Anshul memiliki style striking walaupun Anshul rekornya belum banyak.

Tapi menurut pria yang menjuarai One Pride Mixed Martial Arts kelas terbang ini, merasa Anshul sudah seperti melawan petarung di Indonesia.

"Udah bagus juga gitu, atas bawahnya oke dia apalagi dia berangkat dari basic wrestling dan di Bali disana tempatnya orang striking gila-gilaan," kata si Becak Lawu.

Level UFC merupakan idaman bagi semua petarung yang ingin berkarir di dunia Combat Sport. Terutama gengsi dan membanggakan nama negara.

"Ya menurut saya senang banget ada petarung indonesia yang bisa tembus level internasional apalagi sekelas UFC," ujar Suwardi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suwardi memberi dukungan bagi petarung asal Simalungun ini, agar tetap semangat terus dan jangan pernah takut dengan siapapun.

"Pasti bangga banget orang Indonesia bisa main di internasional apalagi sekelas Road to UFC artinya pintu menuju UFC," ulas Wardi. (ehl/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memahami ada drama di kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu. Ia sudah menyimpulkan pelaku utamanya.
Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyebut Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Diketahui, total kebutuhan garam secara nasional
Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan vonis 5 tahun penjara eks Sekretaris MA Nurhadi. KPK berharap putusan memberi efek jera.
Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Jelang gabung Hillstate pada akhir Juni mendatang, agen Korea Chris Kim menjabarkan fasilitas apa yang nantinya akan didapat Megawati Hangestri selama di Korea.
Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Polda Metro Jaya buka suara soal maraknya dugaan teror pocong yang muncul di wilayah hukumnya. Insiden ini diduga merupakan sebuah modus kejahatan. Polda Metro
Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Keberhasilan lelang aset negara tidak hanya diukur dari besarnya angka transaksi, tetapi juga dari tingkat transparansi pelaksanaannya. Sistem lelang terbuka dinilai mampu mencegah

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT