GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Mudik, Orang Tuanya Turun di Stasiun Purworejo Anaknya Malah Nyasar di Stasiun Kebumen

Sepasang pemudik asal Bandung yang turun di Stasiun Kutoarjo mengaku kehilangan anaknya yang ternyata salah turun lebih dulu di Stasiun Kutowinangun, Kebumen.
Jumat, 21 April 2023 - 10:08 WIB
Momen pertemuan Hilwa Nafisa (10) dan Faiz Hamzah (15) dengan orang tuanya di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, Jumat (21/4/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Edi Suryana

Purworejo, tvOnenews.com - Momen lucu tapi bikin miris pada masa mudik lebaran 2023 ini terjadi di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah. Sepasang pemudik asal Bandung yang turun di stasiun ini mengaku kehilangan anaknya, yang ternyata telah turun terlebih dulu di Stasiun Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah.

Hilwa Nafisa (10) dan Faiz Hamzah (15) ini terpisah dari orang tuanya. Seharusnya mereka turun bersama orang tuanya di Stasiun Kutoarjo untuk melanjutkan perjalanan mudik menuju kecamatan kaligesing, namun nyasar di Stasiun Kutowinangun Kebumen karena keliru dengan nama stasiun yang hampir mirip.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen pertemuan kembali antara Hilwa dan Faiz dengan kedua orang tuanya di Stasiun Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat pagi (21/04/2023) mencuri perhatian para pemudik lain yang ada di stasiun tersebut.

Meski sempat terpisah dengan orang tua, wajah kedua bocah ini tak menunjukkan kepanikan.

Hilwa Nafisa (10) dan Faiz Hamzah (15) yang terpisah dari orang tuanya, Jumat (21/4/2023)

"Iya nama saya Faiz, tidur di bangunin sama adik karena kereta berhenti di stasiun turun, dibilang bahwa stasiun kutoarjo saat kereta jalan dan saya bertanya satpam, ternyata stasiun Kutowinangun, saya gak panik, saya di bantu petugas stasiun dan telepon orang tua, diantar sampai Stasiun Kutoarjo" jelas Faiz.

Dibantu petugas keamanan posko mudik Stasiun Kutoarjo dan Stasiun Kutowinangun, akhirnya kakak beradik ini bertemu kembali dengan kedua orang tuanya, setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit diantar dengan ojek.

"Iya saya mendapat laporan dari orang tua KAI Lodaya tambahan, bahwa anaknya turun di stasiun Kutowinangun, untuk tiket relasi nya seharusnya stasiun Kutoarjo"kata Tri bowo petugas penyelia POLSUSKA Daop 5 Kutoarjo.

"Untuk tindaklanjut kami kordinasi dengan security Kutowinangun untuk dibantu akomodasi dari stasiun kutowinangun ke Stasiun Kutoarjo yaitu dengan menggunakan ojek, jarak yang di tempuh setengah jam perjalanan, jadi lebih hati-hati memperhatikan relasi tiket dan jaga barang bawaan agar tidak tertinggal ataupun kehilangan barang bawaannya" lanjutnya.

Peristiwa lucu ini terjadi akibat kedua anak yang salah mengira stasiun tujuan mereka, kemiripan nama kedua stasiun diakui kakak beradik ini sempat membuat bingung.

Diketahui keluarga ini pulang ke kampung halaman menggunakan kereta tambahan, sehingga kursi mereka juga terpisah. Sang ayah berada di gerbong satu, sedangkan kedua anak bersama sang ibu berada di gerbong tiga.

"Kan gini saya beli tiket kereta api tidak satu gerbong tapi terpisah antar gerbong,saya di gerbong satu dan kedua anak dan istri saya di gerbong enam" kata Mauludin (42) ayah dari dari Faiz dan Hilwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat kejadian saya masih di gerbong satu, kereta berhenti di stasiun Kutowinangun, ibunya turun menyusul saya ke gerbong satu ke bangku saya, ternyata anak-anak ikut turun di kira stasiun yang di tuju, tapi ternyata salah saat tanya satpam,akan tetapi kereta sudah jalan.terpaksa anak saya tak telepon suruh lapor petugas." lanjutnya.

Atas peristiwa ini, pihak stasiun mengimbau kepada para penumpang untuk memastikan tujuan akhir atau stasiun tujuan, sebelum meninggalkan gerbong, penumpang juga diminta untuk memeriksa kembali barang bawaan. (esa/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Ribuan Personel Gabungan Beri Pengamanan di 165 Vihara Saat Perayaan Imlek 2026

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan sebanyak 1.919 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan ini.
133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

133 Titik Rukyatul Hilal Disiapkan di Seluruh Indonesia, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Mengacu Hasil Pemantauan Nasional

Pemerintah siapkan 133 titik rukyatul hilal di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H melalui observasi ilmiah dan sidang isbat nasional.
Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Kiper Ratchaburi FC Mendadak Singgung Persib Bandung Usai Jadi MVP di Liga Thailand

Dapat gelar sebagai MVP di pertandingan Liga Thailand, kiper Ratchaburi FC Kampol Pathomakkakul mendadak singgung Persib Bandung jelang leg kedua ACL Elite Two.
Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Kisah perempuan Malaysia hidup susah selama nyaris dua dekade, tepatnya 18 tahun, usai menikah dengan pria warga Indonesia (WNI) di Lombok menjadi viral.
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT