News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peredaran Rokok Ilegal Jaringan Madura Diungkap Bea Cukai Semarang

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Semarang, Jawa Tengah, mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal asal Madura.
Senin, 7 Agustus 2023 - 21:28 WIB
Rilis kasus pengungkapan peredaran rokok tanpa cukai, Senin (7/8/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Semarang, Jawa Tengah, berhasil mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal asal Madura, Jawa Timur. Dalam kasus ini, empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala KPPBC TMP A Semarang, Bier Budy Kismulyanto mengatakan, ada 4 pelaku yang ditangkap dalam kasus ini yakni JMD (40) selalu sopir, ARS (28) selalu penyedia rokok ilegal, JND (50) pengatur pengiriman, ALN (20).

"Kita tangkap di Tol Banyumanik Semarang pada akhir Juli 2023 lalu saat hendak mengirimkan rokok ke Jakarta. Dari penindakan ada 60 koli rokok tanpa pita cukai sebanyak 1.413.000 batang dengan nilai barang Rp 1.773.315.000 dan berpotensi merugikan negara Rp 1.215.374.885. Seharusnya ini dilengkapi pita cukai," ujar Bier di kantornya, Senin (7/8/2023).

Ia menyebut, tersangka JND ternyata terlibat dalam jaringan peredaran rokok ilegal di Grobogan 2022 lalu. Dalam kasus Grobogan ada 4 tersangka yaitu S dan E sebagai distributor utama, kemudian DRS sebagai sales besar, dan DRM sebagai penjual yang diduga kelompok jaringan.

"Yang dari Grobogan ada empat tersangka, ada juga diamankan  kendaraan roda empat dan dua.  Ada yang diputus 1 tahun 2 bulan, 1 tahun  6 bulan, dan 1 tahun  5 bulan. Salah satunya tersangka ini memang jaringan yang Grobogan," terangnya.

Ia menjelaskan jika rokok itu rencananya akan dikirim ke Pulau Sumatera. Dirinya memastikan Jawa Tengah khususnya Kota Semarang hanya menjadi lintasan atau jalur pengiriman rokok rokok ilegal tersebut.

"Pengakuan dari Madura. Keempatnya dari sana. Jadi sementara dari pengakuan pengepul ambil dari beberapa pabrikan terus dia langsung kirim. Pabrikan masih pendalaman. Di sini (Semarang) melintas dari Jawa Timur. Tujuannya Sumatera. Sementara tidak diedarkan di Semarang, hanya lintasan saja," paparnya.

Pihaknya juga akan mendalami terkait pabrik rokok ilegal yang ada di Madura. Sebab, para pelaku mengaku sudah 10 kali mengedarkan rokok  tersebut dari pabrik yang sama.

"Pengakuan sudah 10 kali. Sementara dari pengakuan pengepul dari pabrikan langsung kirim. Untuk pabrikan masih pendalaman, kita akan lihat nanti produsennya yang ada di sana setelah kita ambil keterangannya," imbuhnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 54 juncto Pasal 56 UU nomor 11 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai seharusnya dibayar.(dcz/buz)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasatgas PRR Tito Karnavian: Huntap Tapanuli Tengah Harus Segera Dibangun Masif

Kasatgas PRR Tito Karnavian: Huntap Tapanuli Tengah Harus Segera Dibangun Masif

Proses pengerjaan hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan bagi para korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, kini tengah digenjot secara masif. 
Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai Segera Dibuka, Masyarakat Bisa Daftar via Web

Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai Segera Dibuka, Masyarakat Bisa Daftar via Web

Masyarakat umum dalam waktu dekat berkesempatan untuk mencoba layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. 
Pemadaman Listrik Bergilir di Sulsel, Gubernur Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem ke PLTA

Pemadaman Listrik Bergilir di Sulsel, Gubernur Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem ke PLTA

Gubernur Sulsel Andi Sudirman membahas pemadaman listrik bergilir dengan PLN. Cuaca ekstrem berdampak pada kapasitas sejumlah PLTA.
Narantraya Jeihan Widjaya Curi Perhatian di Piala Panglima TNI 2026, Tembus Jump-Off dan Raih Runner-up Kelas 105cm U21

Narantraya Jeihan Widjaya Curi Perhatian di Piala Panglima TNI 2026, Tembus Jump-Off dan Raih Runner-up Kelas 105cm U21

Atlet berkuda 12 tahun Jeihan Widjaya mencuri perhatian di Piala Panglima TNI 2026 setelah menjadi runner-up Show Jumping 105 cm U21 bersama Willoo.
BMKG Ungkap Sebaran Abu Vulkanik Tak Lagi Terdeteksi Citra Satelit

BMKG Ungkap Sebaran Abu Vulkanik Tak Lagi Terdeteksi Citra Satelit

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sebaran debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini sudah tidak terdeteksi melalui pemantauan citra satelit.
BMKG Pastikan Tak Ada Indikasi Tsunami Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

BMKG Pastikan Tak Ada Indikasi Tsunami Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau kondisi gelombang laut di wilayah Selat Sunda di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar di Tempat Kerja pada 11 September 2026: Sagitarius Panen Peluang Baru

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar di Tempat Kerja pada 11 September 2026: Sagitarius Panen Peluang Baru

Memasuki 11 September 2026, sejumlah zodiak diprediksi memiliki prospek karier yang lebih menjanjikan. Siapa saja yang bakal bersinar di tempat kerja besok?
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT