News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gegara Hasil Tato Bergambar Kupu-Kupu Jelek, Dua Pria di Banyumas Habisi Teman Sendiri

Hanya gara-gara masalah tato, dua orang warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tega menghabisi nyawa teman sendiri.
Kamis, 23 Mei 2024 - 11:09 WIB
Polresta Banyumas saat rilis kasus pembunuhan.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Banyumas, tvOnenews.com - Hanya gara-gara masalah tato, dua orang warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tega menghabisi nyawa teman sendiri. Korban yang mengalami luka tusukan pada bagian dada dan punggung, tewas di tempat kejadian.

Kedua pelaku sempat melarikan diri, sebelum akhirnya ditangkap polisi, tiga jam usai kejadian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban Hendi Purba (42) tewas oleh kedua temannya, Akhir Darsito (41) dan Raka Sukma Setyadi (25) di dekat rumahnya, Desa Kalior, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Tubuh Hendi bersimbah darah akibat luka tusukan senjata tajam pada Selasa (21/5/2024).

Hanya berselang tiga jam, kedua pelaku berhasil digulung polisi. Tak sulit bagi keduanya tertangkap, karena banyak saksi saat kejadian. Keduanya juga baru kabur di sekitaran Kabupaten Banyumas.

Peristiwa pembunuhan, dipicu masalah pembuatan tatto oleh adik ipar korban. Pacar salah satu pelaku yang ditato bergambar kupu di bagian kaki, dinilai tidak sesuai harapan.

"Adik ipar korban mentato pacar pelaku, Akhir. Namun hasilnya tidak memuaskan atau buruk, sehingga Akhir marah dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas," kata Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta, saat konferensi pers, Rabu (22/5/2024).

Padahal ketiganya, baik kedua pelaku maupun korban adalah teman nongkrong. Bahkan kerja bersama.

Awalnya, pelaku Akhir protes dan merasa tidak puas dengan tatto yang dibuat oleh adik korban. Sebab itu, korban bertikai dengan kedua pelaku.

"Korban mengirim voice note mengajak duel, sehingga pelaku Akhir dibantu Raka mendatangi rumah korban dan terjadi perkelahian," ujar Edy.

Akhirnya terjadi perkelahian antar korban dan kedua pelaku. Korban yang dikeroyok sempat terjatuh dan bergumul dengan Akhir. Pada saat itu Raka menusuk korban berkali-kali menggunakan pisau, hingga korban tewas.

Usai membunuh korban, kedua pelaku sempat melarikan diri. Namun, pihak kepolisian berhasil menangkap kedua pelaku berserta sejumlah barang bukti di wilayah Kecamatan Banyumas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut polisi, keduanya merupakan residivis dan sudah kerap meresahkan warga.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencama. Dengan ancaman hukuman seumur hidup.(sjo/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di jalan nasional depan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kecamatan Jatinangor.
Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran hebat melanda kawasan pada penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Tim gabungan hingga saat ini terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.
BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena tidak mengantongi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.
KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT