News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Pengobatan Alternatif Brahmana Sanjaya Dipalak di Kebumen, Begini Klarifikasi Kepala Desa

Pengobatan alternatif Brahmana Sanjaya yang hadir di Desa Dorowati Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, selama 3 hari, Sabtu–Senin 25–27 Mei 2024 mengundang kontroversi.
Rabu, 29 Mei 2024 - 17:46 WIB
Pengobatan alternatif Brahmana Sanjaya di Kebumen, Rabu (29/5/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Wahyu Kurniawan

Kebumen, tvOnenews.com - Pengobatan alternatif Brahmana Sanjaya yang hadir di Desa Dorowati Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, selama 3 hari, Sabtu–Senin 25–27 Mei 2024 mengundang kontroversi.

Pasalnya, pihak Brahmana Sanjaya mengunggah video dengan narasi adanya upaya pemalakan atau permintaan sejumlah uang dari kepala desa setempat setelah acara selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video tersebut terlihat adu argumen antara Kepala Desa Dorowati, Akhmad Muntoyib saat membuka amplop yang diberikan oleh Bramana Sanjaya. Namun, dalam video berdurasi 00.44 detik tersebut amplop yang sudah dibuka dikembalikan kembali ke Brahmana. 

Saat di konfirmasi dirumahnya Kepala Desa Dorowati Akhmad Muntoyib menjelaskan, bahwa selama tiga hari kegiatan tersebut, terdapat pasien yang berobat sejumlah 348 orang dengan biaya Rp250.000/ pasien yang pendaftarannya melalui online.

Disinggung mengembalikan amplop dengan cara tidak sopan (dilempar) disanggah oleh pak kades. Menurutnya, usai dibuka amplop yang berisi uang Rp300 ribu dikembalikan ke pihak Bramana Sanjaya.

"Jadi untuk kegiatan seperti itu di balai desa, ada semacam uang kebersihan lokasi. Itu disampaikan ke manajer jauh-jauh hari. Saya tidak menyebut sekian rupiah, hanya sepantasnya saja. Itu sebelum acara dimulai," jelas Kades Dorowati Akhmad Muntoyib, Rabu (29/5/2024).

Setelah acara selesai, pihak Brahmana Sanjaya berpamitan dengan memberikan 4 amplop yang sudah tertulis pos anggaran masing-masing salah satunya untuk pemdes.

"Untuk pemdes saya buka isinya tiga ratus ribu, masa cuma segini Pak? Yang pantas saja, untuk bersih-bersih saja tiga orang selama tiga hari, belum petugas parkir, pengatur lalu lintas, apa pantas segitu?," lanjut kades. 

Lebih lanjut, pemilihan lokasi di Desa Dorowati bukan permintaan kepala desa, namun dari manajer Brahmana Sanjaya yang berkomunikasi dengan salah satu warga bernama Apri untuk menjadi perantara.

"Manajer Brahmana Sanjaya meminta izin melalui Apri. Untuk pengobatan gratis kuotanya lima belas warga lokal Dorowati untuk acara selama tiga hari, jadi per hari lima orang. Bukan gratis untuk 30 orang warga kami. Saya sebagai kepala desa minta tambah, lalu dapat tambahan dua orang. Itu berbentuk kupon untuk pengobatan gratisnya," ungkap Kades. 

Lalu pihak Brahmana Sanjaya menanyakan berapa yang harus diberikan ke pihak Pemdes Dorowati, Akhmad Muntoyib menjawab agar diberikan sepantasnya saja. Namun dikarenakan tidak ada kejelasan antara Brahmana Sanjaya dan kepala desa, akhirnya pihak Brahmana meminta nomor rekening milik kepala desa.

"Biar sama-sama enak Pak Kades. Saya enak, pak kades juga enak," ucap Akhmad Muntoyib menirukan obrolan dengan Brahmana.

"Ya sudah dua setengah juta. Itu atas desakan Brahmana karena menanyakan berkali-kali," katanya. 

Dengan adanya unggahan video dari Brahmana Sanjaya, Kepala Desa Dorowati Akhmad Muntoyib menyayangkan dan sangat kecewa. Selain merugikan nama baik pribadinya, Desa Dorowati, dan Kabupaten Kebumen, ia menyayangkan karena warganya tidak bisa berobat karena pendaftaran melalui online, tidak bisa on site (di tempat).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sedangkan bonus berobat hanya 5 orang per hari. Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan camat termasuk Bupati Kebumen mengenai langkah selanjutnya bagaimana," pungkasnya. (wkn/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemuda Lecehkan Gadis Bawah Umur di Pantai Caringin Garut, Modus Ajak ke Semak-Semak dengan Alasan Berteduh

Pemuda Lecehkan Gadis Bawah Umur di Pantai Caringin Garut, Modus Ajak ke Semak-Semak dengan Alasan Berteduh

Seorang laki-laki berinisial A (20) ditangkap karena diduga melakukan kekerasan seksual kepada gadis bawah umur (15) di Pantai Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Respons Tegas Gibran soal Usulan Kenaikan Harga BBM dari Jusuf Kalla: Pemerintah Pilih Jaga Stabilitas dan Lindungi Rakyat

Respons Tegas Gibran soal Usulan Kenaikan Harga BBM dari Jusuf Kalla: Pemerintah Pilih Jaga Stabilitas dan Lindungi Rakyat

Gibran tanggapi usulan Jusuf Kalla soal kenaikan BBM. Pemerintah tegaskan harga subsidi tetap dijaga demi lindungi masyarakat kecil.
Ajukan 150 Ribu Peserta Magang 2026, Menaker Tunggu Anggaran

Ajukan 150 Ribu Peserta Magang 2026, Menaker Tunggu Anggaran

Kementerian Ketenagakerjaan RI mengusulkan lonjakan besar program magang nasional pada 2026. Target peserta diajukan mencapai 150 ribu orang.
Istri Selundupkan Sabu dalam Bumbu Mi Instan, Hendak Diberikan ke Suaminya yang Dipenjara di Lapas Banceuy

Istri Selundupkan Sabu dalam Bumbu Mi Instan, Hendak Diberikan ke Suaminya yang Dipenjara di Lapas Banceuy

Petugas Lapas Banceuy Bandung menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 11,1 gram dalam bungkus bumbu mi instan oleh seorang wanita berinisial NRA.
Penyandang Disabilitas Tak Bisa Sebutkan Pelakunya, Kasus Rudapaksa Diungkap Lewat Tes DNA, Ternyata Pelaku Iparnya Sendiri

Penyandang Disabilitas Tak Bisa Sebutkan Pelakunya, Kasus Rudapaksa Diungkap Lewat Tes DNA, Ternyata Pelaku Iparnya Sendiri

Pelaku rudapaksa terhadap seorang wanita disabilitas di Pamekasan akhirnya terungkap lewat tes DNA. 
Dari Toko Kosmetik Mencurigakan, Pengedar Obat Keras Ilegal ke Nelayan hingga ABK di Muara Angke Akhirnya Ditangkap

Dari Toko Kosmetik Mencurigakan, Pengedar Obat Keras Ilegal ke Nelayan hingga ABK di Muara Angke Akhirnya Ditangkap

Pria berinisial A (35) berhasil ditangkap usai diduga mengedarkan obat keras ilegal jenis tramadol, hexymer, alprazolam, merlopam, atarax dan trihexy ke nelayan dan ABK di Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT