Tangani Maraknya Night Ride Pelajar, Disdikbudpora Kabupaten Semarang Bentuk Tim Khusus
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Semarang, Jawa Tengah - Dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh mulai dirasakan. Dari hasil penelusuran tim Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang, saat ini ada tren yang disebut dengan night ride atau berkendara keliling kota menggunakan sepeda motor di malam hari yang dilakukan oleh pelajar SMP. Tren ini mulai muncul sejak 2 bulan lalu.
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan, tumbuhnya tren negatif ini lantaran para siswa berpikir bahwa pembelajaran jarak jauh sama artinya dengan libur yang membuat mereka bebas bermain hingga malam hari.
"Sudah ada laporan masuk terkait tren yang membahayakan siswa ini. Night ride sendiri sudah menelan dua korban, yakni siswa SMPN 2 dan SMPN 3 Ungaran. Setelah dilakukan observasi di lapangan, kegiatan night ride yang juga dijadikan ajang balapan tersebut dipicu dari PJJ 50 persen," jelasnya, Senin(28/3/2022).
Dari laporan yang diterima, Katon mendapati kegiatan berkendara motor di malam hari ini dilakukan para siswa di atas pukul 8 malam. Sebelum melakukan night ride, mereka terlebih dahulu membuat janji untuk bertemu di tempat yang telah ditentukan. Setelah itu, mereka berkendara keliling ke arah Salatiga.
Disdikbudpora Kabupaten Semarang tengah membahas persoalan tersebut dengan Bupati Semarang. Selain itu, mereka juga mempersiapkan tim khusus guna memonitor kegiatan berbahaya yang dilakukan para pelajar ini.
"Tidak bisa dibiarkan. Kita juga Insya Allah akan bentuk tim khusus untuk memantau dan mengawasi trek yang dilakukan. Kita laporan ke Pak Bupati dan tentunya akan ada surat edaran ke orang tua," lanjutnya. (Aditya Bayu/Ard)
Load more