Keraton Surakarta Memanas, Kubu PB XIV Puruboyo Rusak Gembok dan Usir Petugas Balai Pelestarian Kebudayaan
- Tim TvOne - Effendi Rois
Solo, tvOnenews.com- Kraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Hal ini dipicu adanya pengerusakan sejumlah kunci gembok di beberapa bagian tempat di keraton. Salah satunya kunci gembok pintu kori kamandungan yang merupakan pintu masuk Keraton Surakarta.
Kubu Raja PB XIV Puruboyo, yang berjumlah puluhan orang yang dipimpin Gusti Timoer, putri PB XIII, merusak kunci gembok kori kamandungan untuk diganti kunci gembok baru.
Proses pengerusakan kunci gembok dilakukan dengan menggunakan alat pemotong besi (tang) dan grenda.
Permasalahan muncul ketika BRM Ramsan Kusumo, cucu PB XII yang dikubu raja PB XIV Hangabehi, berusaha merekam aksi pengerusakan tersebut.
Menurut BRM Ramsam Kusumo, perekaman dilakukan untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut, karena pengerusakan gembok sangat rentan merusak pintu yang menjadi benda cagar budaya.
Namun, upaya perekaman kegiatan tersebut ditolak kubu PB XIV Puruboyo. Mereka menghalang-halangi kamera hingga terjadi aksi saling dorong.
"Ada upaya secara paksa merusak gembok di kamandungan, saya sebagai keluarga besar Keraton Surakarta, pada waktu itu mendokumentasikan dengan HP tujuannya selama proses pembukaan gembok itu tidak merusak bagian lain yang rusak seperti pintu karena pakai Grenda dan yang," terang BRM Transam Kusumo.
Selain merusak kunci gembok, kubu PB XIV juga mengusir sejumlah petugas Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah Jateng-DIY yang saat itu sedang melakukan tugas konservasi dan revitalisasi museum keraton.
Pengusiran petugas BPK terjadi Sabtu (13/12/2025) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut Ardila Christian, Petugas BPK, Pengusiran terjadi saat kami sedang bekerja melakukan revitalisasi dan konservasi museum.
"Puluhan orang mendatangi kami lalu meminta kami keluar museum. Setelah kami keluar pintu ditutup," terang Ardila Christian, petugas BPK.
BRM Transam juga sangat menyayangkan peristiwa pengusiran tersebut. Pasalnya, museum sedang mengalami proses revitalisasi sehingga semua pihak harus mendukung.
"Kami sangat menyayangkan pengusiran petugas BPK tersebut," terang BRM Transam Kusumo.
Hal senada juga disampaikan BRM Suryo Mulyo, cucu PB XIII, yang menilai penggantian kunci museum dinilai kurang tepat, karena ada pihak dari petugas BPK yang sedang melakukan konservasi dan revitalisasi museum, lalu tiba diusir paksa kemudian digembok.
"Mereka mengusir petugas BPK yang ada di museum lalu mengunci semua pintu. Selanjutnya setelah dari museum giliran merusak kunci gembok pintu kori kamandungan," ungkap BRM Suryo Mulyo.
Sementara juru bicara PB XXIV Puruboyo, KPA Singonagoro mengatakan penggantian kunci gembok dilakukan menyusul sudah terbentuknya badan baru PB XIV Puruboyo.
Ada sekitar 10 pintu yang diganti gemboknya termasuk kamandungan, kasentanan, kantor sasono wilopo, perpustakaan dan museum.
Sementara terkait pengusiran petugas BPK/ KPA Singonagoro menegaskan tidak ada Pengusiran. Dikatakan bahwa orang-orang (BPK) masih ada, mereka akan dilakukan pendataan biar semua jelas.
"Saya garis bawahi bahwa ini tidak ada pengusiran," tegas KPA Singonagoro.
Proses penggantian kunci gembok dan pengusiran petugas BPK oleh pihak PB XIV Puruboyo, dilakukan saat raja PB XIV Hangabehi dan Lembaga Dewan Adat pergi ke Jakarta bertemu undangan menteri Fadli Zon membahas pelestarian Keraton Surakarta. (ers/dan)
Load more