Bersebelahan Dengan Kandang Babi, Dapur MBG di Sragen Jadi Sorotan
- Tim tvOne - Mahfira Putri
Sragen, tvOnenews.com - Lokasi dapur Makan Bergizi Gris (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mendadak menjadi sorotan karena bersebelahan dengan kandang babi.
Kandang babi itu diketahui milik, Angga Wiyana Mahardika (44). Ditemui di kediamannya di Dukuh Kedung Banteng, RT 41, Desa Banaran Angga bersama Istrinya, Juta Emila (43) akhirnya buka suara.
Ia menegaskan, kandang babi tersebut telah berdiri jauh sebelum rencana pendirian dapur MBG, bahkan sudah ada sejak ia belum lahir. Angga mengatakan, usaha kandang babi itu ia teruskan dari sang ayah.
"Usaha ini sudah turun-temurun dari bapak saya. Kalau dihitung, sudah lebih dari 5 tahun kandang ini ada disini. Saya lanjutkan sejak saya masih SMA setelah bapak wafat. Selama itu, warga sekitar tidak pernah mempermasalahkan," kata dia, Selasa 6 Januari 2026.
Ia mengaku tidak ada konfirmasi sebelumnya kepada pihaknya untuk bermusyawarah. Namun pihaknya diminta agar untuk menutup usaha kandang babinya tersebut melalui pihak ketiga atau ke ketua RT setempat.
"Tobat-tiba ada MBG, enggak ada konfirmasi dari dari sana buat bermusyawarah dengan saya. Kok tiba-tiba mau nutup (kandang babi) gitu loh. Ya, yang jadi masalah itu, ya dia tiba-tiba mau nutup usaha saya," lanjut dia.
Ia mengatakan lahan MBG tersebut ialah lahan milik kakaknya. Lahan seluas 700 meter tersebut awalnya dibeli orang dengan rencana awal dibangun untuk supermarket. Namun berjalannya waktu lahan tersebut dibangun dapur MBG.
Ia menceritakan, pihak MBG melalui ketua RT setempat membuat surat pernyataan dengan tanda tangan warga sekitar agar meminta menutup usaha kandang babinya.
Setelah adanya surat itu, Angga membuat surat tandingan bahwa warga sekitar yang menyatakan kandang babi tersebut tidak dipermasalahkan oleh warga sekitar dengan tanda tangan diatas materai.
"Saya membuka diri untuk duduk bersama, di kelurahan saya juga saya mau, di manapun saya mau, tapi pihak MBG enggak ada respon. Kalau mau direlokasi kompensasi, saya juga mau, tapi jangan merugikan pihak saya, harus saling menguntungkan," jelasnya.
Load more